Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 November 2021 | 01.48 WIB

Memilihkan Mainan untuk Buah Hati: Beri Opsi, tapi Tidak Memaksa

FREE GENDER: Anak perlu dibebaskan dalam memilih mainan. Supaya anak bisa mencoba hal baru di dunia baru. (Ilustrasi diperagakan mode. Foto: Dite Surendra/Jawa Pos) - Image

FREE GENDER: Anak perlu dibebaskan dalam memilih mainan. Supaya anak bisa mencoba hal baru di dunia baru. (Ilustrasi diperagakan mode. Foto: Dite Surendra/Jawa Pos)

Parents pernah tidak, saat lagi asyik jalan ke pertokoan di mal, tiba-tiba anak minta mainan yang tak sesuai gender? Misalnya, anak cowok, tapi pengin beli boneka. Atau anak cewek minta bawa pulang tembak-tembakan.

---

KOK adik mainan boneka, padahal cowok. Kok adik beli robot-robotan, padahal cewek. Mom-dad tenang. Coba sambil dipantau ya. Jangan langsung banyak protes. Ah, tapi khawatir nanti permainan anak bisa memengaruhi orientasi seksual di masa depan.

Berbagai jenis mainan bisa membantu mengembangkan motorik anak-anak. Salah satunya boneka yang melatih motorik halus anak. Selain motorik halus, mainan juga melatih imajinasi anak.

Psikolog anak Agustina Twinky Indrawati mengatakan, ada juga anak yang bermain sesuai gender, tapi ada perbedaan orientasi seksual di kemudian hari. Jadi, kesimpulannya, mainan yang dimainkan anak tidak bisa menjadi patokan bunda-ayah. Mainan bebas dimainkan. Free gender.

Siapa tahu, lanjut Twinky, anak cowok main masak-masakan ternyata bercita-cita menjadi chef. Tidak masalah berarti. Menurut dia, anak perlu dibebaskan dalam memilih mainan. Supaya anak bisa mencoba hal baru di dunia baru.

Twinky menyebutkan, ketika berusia 2 tahun, anak sebetulnya sudah paham gendernya. ”Oh, saya cowok atau cewek. Orang tua bilang, ayo anak cowok nggak boleh nangis. Itu misalnya ya. Tanpa sadar orang tua sudah membangun stereotipe untuk anak,” tuturnya kemarin.

Keterbukaan dan kenyamanan dalam berkomunikasi menjadi lebih penting dibandingkan jenis mainan anak. Twinky mengungkapkan, ketika dua hal tersebut tumbuh dalam keluarga, akan berdampak positif bagi anak. Anak bisa lebih terbuka dalam bercerita. Tidak takut kepada keluarga. ”Tak perlu khawatir soal masalah orientasi gender begitu. Mereka akan bercerita sendiri jika ada masalah,” tambahnya.

Lantas, apa orang tua boleh memberikan opsi mainan kepada anak? Boleh saja kok, parents. Eit, tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ya. Pertama, memilih jangan berdasar kebakaran jenggot karena tahu anak bermain mainan yang berlawanan dengan gender. Kedua, buka dengan kalimat menawarkan. Seperti lebih seru main ini deh. Atau, ah asyik main itu sih, mau coba?

Terpisah, Anita Rachmawati sempat kebingungan ketika Asyraf, anak pertamanya, lebih senang bermain boneka. Namun, bentuk bonekanya karakter kartun kereta. ”Bentuknya masinis begitu, tapi boneka. Asyraf nggak bisa tidur kalau tidak pegang boneka masinisnya,” kata Anita, lalu tertawa kecil.

Hal itu berlangsung sejak Asyraf berusia 1,5 sampai 3 tahun. Tidak hanya tidur, mandi harus bareng boneka masinis sampai makan harus di samping boneka juga. Anita tak ingin ambil pusing. Dia santai.

Sampai suatu saat, perempuan 29 tahun itu merasa risau ketika Asyraf minta boneka lain. Dia mulai kebingungan. ”Aduh, bagaimana, Pa? Kok minta tambah boneka. Akhirnya, kami kasih opsi mainan lain semacam lego begitu yang ada keretanya,” ujar dia.

MAINAN DIBEDAKAN, ADA DAMPAKNYA LHO!

TIDAK tertulis memang, oh ini mainan untuk anak cewek dan itu mainan anak cowok. Namun, jika parents membedakan mainan, ada dampaknya lho. Apa saja?

- Tidak bisa mengeksplor. Anak terbatasi. Sebab, mom-dad memberikan batasan terhadap jenis mainan anak. Anak cowok hanya boleh bermain tembak-tembakan atau robot-robotan. Selebihnya? Dilarang.

- Kurang mengembangkan minat dan bakat. Karena terbatas, potensi minat dan bakat anak bisa kurang gereget.

- Stereotipe pembedaan gender dari mainan dapat berkelanjutan hingga mereka dewasa. Bahaya juga ya, Bunda.

*Berbagai sumber, diolah

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore