Ilustrasi handuk (pixabay/malasiaphotos).
JawaPos.com - Handuk yang digunakan untuk mengeringkan tubuh setelah mandi, rupanya memiliki beberapa perawatan khusus.
Tidak sembarangan digunakan, handuk perlu dicuci secara rutin untuk menghindari perkembangbiakan bakteri dan patogen jahat lainnya.
Dikutip JawaPos dari Antara pada Minggu (3/12), Pakar dermatologi dari Riverchase Dermatology, Stacy Chimento menyarankan agar mencuci handuk setelah tiga hingga empat kali penggunaan atau minimal seminggu sekali.
Tetapi, apabila mandi di gym atau pemandian umum, kemudian mengemas handuk basah di tas (yang merupakan tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman lainnya), maka disarankan menggunakan handuk baru setiap hari, menurut Cleveland Clinic.
Handuk tangan dan waslap bahkan harus lebih sering dicuci daripada handuk yang dipakai untuk mandi karena lebih sering digunakan.
Sebuah riset pada tahun 2014 dalam Food Protection Trends menemukan bakteri pada 89 persen handuk tangan yang digunakan untuk mengeringkan piring, tangan, dan permukaan lain di dapur.
Handuk tangan yang tergantung di kamar mandi mungkin mengandung bakteri lebih dari itu. Menurut studi tersebut, sebab orang membiarkan tutup toilet terbuka saat menyiram, sehingga menyebabkan patogen (jahat) menyebar ke udara dan menempel pada handuk.
Alih-alih menggantung handuk di pengait, sebaiknya jemurlah secara merata untuk membantu mengeringkannya secara menyeluruh di antara permukaan handuk yang lembab.
Semakin cepat mengering, maka semakin kecil kemungkinannya untuk kuman bisa terkumpul di handuk, menurut Cleveland Clinic.
Apabila tidak mencuci handuk secara rutin rutin, maka akan memudahkan risiko terkena infeksi kulit. Handuk yang lembap dan kotor bisa mengandung bakteri dan jamur yang dapat menyebarkan masalah kesehatan seperti gatal-gatal atau kutil.
Masalah lain yang kerap muncul, yaitu ruam merah yang kering, gatal, dan merah. Ini pertanda sudah waktunya untuk mencuci handuk agar menghilangkan kuman dan menjadi bersih.
Jamur, virus, dan bakteri dapat berkembang biak di tempat lembap seperti handuk basah dan memperparah kondisi kulit yang terkena iritasi.
"Eksim, atau dermatitis atopik adalah kondisi kulit yang disebabkan peradangan akibat bakteri staphylococcus. Handuk kotor dapat menyeret bakteri ini ke area lain di tubuh dan mengiritasi kulit, menyebabkan eksim kambuh," ujar Chimento.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022