
Tim juri sedang menilai daging yang diolah para peserta kompetisi.
JawaPos.com - Setiap restoran yang menyediakan menu daging dengan berbagai olahannya kerap memiliki butcher. Keterampilan para butcher ini memengaruhi citarasa menu yang disajikan.
Untuk mengukur keterampilan para butcher ada sejumlah kompetisi dan pelatihan terhadap ahli pengolah daging tersebut. Kualitas keterampilan itu pun ada ukuran konkretnya. Sebagaimana yang dilakukan Butchery Training Centre.
Course & Technical Director Butchery Training Centre Charlos Lalack mengatakan, keterampilan butcher sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan cara mengolah daging agar dapat bernilai jual lebih tinggi. Karena, dari peruntukkan penggunaannya yang sesuai, dihubungkan dengan nilai masakan yang memerlukan daging bagian tersebut.
"Ilmunya semakin meningkat tentunya bersamaan dengan semakin meningkatnya juga teknologi dan variasi dalam bidang kuliner," kata Charlos Lalack baru-baru ini yang dikutip JawaPos.com, Jumat (1/12).
Nah, untuk mendapatkan butcher profesional Butchery Training Centre menggelar Jakarta Butchers' Challenge. Kompetisi itu sudah masuk musim kedua. Sebelumnya digelar pada 2022.
Charlos Lalack mengatakan, kompetisi itu menampilkan para profesional terampil, bakat muda, hingga tingkat mahasiswa, dan kejuruan. Kompetisi serta membuktikan kekayaan bakat yang beragam dalam komunitas kuliner.
Dalam Jakarta Butchers' Challenge Season II ini, Butchery Training Centre menggandeng PT Global Pratama Wijaya. Pada musim kedua ini bertemakan "Red Meat Experts for Every Business". Kompetisi itu lebih ke peran krusial pemotongan daging dalam lanskap kuliner secara menyeluruh. Event yang berlangsung di HeArt Space 2.0 - Graha APIC, Jakarta Pusat baru saja selesai pada Selasa (21/11).
Menariknya, Jakarta Butchers' Challenge menghadirkan juri terkemuka. Yaitu, Chef Gilles Marx (Chef Founder of Amuz Group & President Disciples Escoffier Indonesia), Chef Stefu Santoso (Executive Chef of Aprez Catering by Amuz Group), Chef Victor Taborda (Executive Chef of Sudestada Jakarta), dan Tri Wahyu Wahono selaku Professional Butcher dari Butchery Training Centre.
Jakarta Butchers' Challenge Season II menghadirkan nuansa baru dengan potongan daging yang tak biasa. Peserta dari tim profesional ditantang mengolah potongan Chuck Eye Roll, dan tim pelajar menggunakan Rostbiff - bagian dari Rump.
Potongan Chuck Eye Roll memperkenalkan karakter unik yang dapat mendorong kreativitas dalam seni kuliner, terutama melalui penggunaan secondary cuts.
Charlos Lalack menegaskan, kompetisi ini berorientasi untuk meningkatkan apresiasi kualitas daging premium, pertunjukan seni, juga keterampilan para chef, dan butcher dalam mengolah daging.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
