Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Desember 2023 | 23.24 WIB

Butcher, Keterampilan Yang Menjadikan Daging Bernilai Tinggi

Tim juri sedang menilai daging yang diolah para peserta kompetisi. - Image

Tim juri sedang menilai daging yang diolah para peserta kompetisi.

JawaPos.com - Setiap restoran yang menyediakan menu daging dengan berbagai olahannya kerap memiliki butcher. Keterampilan para butcher ini memengaruhi citarasa menu yang disajikan.

Untuk mengukur keterampilan para butcher ada sejumlah kompetisi dan pelatihan terhadap ahli pengolah daging tersebut. Kualitas keterampilan itu pun ada ukuran konkretnya. Sebagaimana yang dilakukan Butchery Training Centre.

Course & Technical Director Butchery Training Centre Charlos Lalack mengatakan, keterampilan butcher sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan cara mengolah daging agar dapat bernilai jual lebih tinggi. Karena, dari peruntukkan penggunaannya yang sesuai, dihubungkan dengan nilai masakan yang memerlukan daging bagian tersebut.

"Ilmunya semakin meningkat tentunya bersamaan dengan semakin meningkatnya juga teknologi dan variasi dalam bidang kuliner," kata Charlos Lalack baru-baru ini yang dikutip JawaPos.com, Jumat (1/12).

Nah, untuk mendapatkan butcher profesional Butchery Training Centre menggelar Jakarta Butchers' Challenge. Kompetisi itu sudah masuk musim kedua. Sebelumnya digelar pada 2022.

Charlos Lalack mengatakan, kompetisi itu menampilkan para profesional terampil, bakat muda, hingga tingkat mahasiswa, dan kejuruan. Kompetisi serta membuktikan kekayaan bakat yang beragam dalam komunitas kuliner.

Dalam Jakarta Butchers' Challenge Season II ini, Butchery Training Centre menggandeng PT Global Pratama Wijaya. Pada musim kedua ini bertemakan "Red Meat Experts for Every Business". Kompetisi itu lebih ke peran krusial pemotongan daging dalam lanskap kuliner secara menyeluruh. Event yang berlangsung di HeArt Space 2.0 - Graha APIC, Jakarta Pusat baru saja selesai pada Selasa (21/11).

Menariknya, Jakarta Butchers' Challenge menghadirkan juri terkemuka. Yaitu, Chef Gilles Marx (Chef Founder of Amuz Group & President Disciples Escoffier Indonesia), Chef Stefu Santoso (Executive Chef of Aprez Catering by Amuz Group), Chef Victor Taborda (Executive Chef of Sudestada Jakarta), dan Tri Wahyu Wahono selaku Professional Butcher dari Butchery Training Centre.

Jakarta Butchers' Challenge Season II menghadirkan nuansa baru dengan potongan daging yang tak biasa. Peserta dari tim profesional ditantang mengolah potongan Chuck Eye Roll, dan tim pelajar menggunakan Rostbiff - bagian dari Rump.

Potongan Chuck Eye Roll memperkenalkan karakter unik yang dapat mendorong kreativitas dalam seni kuliner, terutama melalui penggunaan secondary cuts.

Charlos Lalack menegaskan, kompetisi ini berorientasi untuk meningkatkan apresiasi kualitas daging premium, pertunjukan seni, juga keterampilan para chef, dan butcher dalam mengolah daging.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore