
Yanny Tan menghadirkan Nature
JawaPos.com - Cinta terhadap seni dan budaya Indonesia memang tak lengkap rasanya jika tidak dituangkan pada sebuah karya. Kecintaan ini terutama pada batik yang mendasari desainer Yanny Tan berkarya selama 10 tahun di dunia fashion.
Kali ini , Yanny Tan unjuk gigi dengan menggelar peragaan busana tunggal yang bertajuk Nature's Poetry Couture Collection 2019, Rabu (21/11). Busana yang disuguhkan bercerita tentang alam nan indah yang tertuang dalam motif batik tulis di atas kain tenun sutra.
Kesan unik nan elegan terlihat melalui teknik tie dye yang berpadanan selaras dengan bahan-bahan masa kini seperti organdy sutra, embroidery, dalam potongan modern seperti gaun.
Lewat koleksinya kali ini, Yanny membawa kesan tenang yang ia tunjukkan lewat permainan warna alam seperti hijau dan unsur tanah seperti merah bata. Keseluruhan busana dibalut dalam gaun yang loose menandakan kebebasan berekspresi dan bergerak seperti di alam.
Selain itu, terdapat sentuhan beads di atas lurik dan bahan lain yang didominasi warna kehijauan terlihat menyatu dengan manik-manik keemasan. Walau busana yang diciptakan merupakan paduan batik tie dye dengan desain yang mengikuti perkembangan zaman, Yanny Tan tetap tidak meninggalkan pakem dan identitasnya bahwa ia tetap berada pada garis yang klasik kebudayaan Jawa.
"Saya suka batik, saya memang suka art, dalam satu lembar kain ini ada cerita simbol dan masing-masing itu terdapat cerita yang berbeda," kata Yanny Tan ketika ditemui di konferensi pers fashion show Nature's Poetry, Hotel Dharmawangsa, Rabu (21/11).
Dalam menciptakan sebuah busana batik, Yanny Tan tak pernah main-main. Untuk mencapai suatu titik kepuasan disetiap karyanya, Yanny Tan menciptakan material bahan sendiri juga motif-motifnya.
"Biasanya dalam pembuatan batik jika menurut saya warnanya tidak sesuai, saya justru ubah lagi sampai benar-benar cocok," tambahnya.
Selama fashion show berlangsung Yanny Tan menampilkan 47 set gaun cocktail, termasuk empat setelan busana pria. Diiringi oleh musik karya Tony Prabowo yang mengadaptasi dari puisi Goenawan Mohamad. Musik tersebut sudah dibuat beberapa tahun lalu dan dituangkan dalam instrumental dan vokal.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
