Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 November 2018 | 20.00 WIB

Menyesap Kopi Bampak, Perpaduan Robusta dan Arabika dengan Gula Aren

Barista Tjolo Koffie Yusuf sedang meracik kopi bampak. - Image

Barista Tjolo Koffie Yusuf sedang meracik kopi bampak.

JawaPos.com - Menyesap kopi di tengah kegiatan memang nikmat. Terlebih kopi tersebut bisa meningkatkan mood tanpa meninggalkan sisa yang berat pada tenggorokan. Seperti kopi Bampak diakui memiliki sensasi ringan alias tidak terlalu strong. Sehingga sangat dianjurkan bagi Anda yang tidak terbiasa dengan kopi.


Tapi, apa sebenarnya kopi bampak itu?


Kopi bampak sendiri merupakan kopi hasil perpaduan dari biji robusta dan arabika. Barista Tjolo Koffie, Solo, Jawa Tengah, Yusuf menuturkan, kenikmatan kopi bampak lebih spesial ketika dicampur dengan susu dan krimer. Biasanya takaran sari kopi yang diberikan sekitar 30 ml untuk kopi bampak yang berukuran 12 oz.


"Untuk susunya di bawah 100 ml. Bisa pakai 50 ml dan krimernya hanya 30 ml," terang Yusuf.


Untuk penyajian kopi bampak sendiri, lebih nikmat jika disajikan dengan es. Sebab, menurut Yusuf, kopi bampak tak cocok bila disajikan panas. "Kalau panas, kopi bakal terasa pahit," ucapnya.


Dengan tekstur yang tidak terlalu strong, kopi bampak terasa sedikit encer dan manis dari gula aren. Biasanya barista akan memberikan taburan gula aren sebagai sentuhan terakhir.


Yusuf mengatakan, yang membedakan kopi bampak dengan cappuccino atau latte yaitu sentuhan gula aren dan krimer. Cappuccino dan latte tidak akan diberi krimer atau gula aren. 


Dalam dunia kesehatan pun, gula aren memiliki segudang manfaat. Diantaranya seperti penambah tenaga, memperlancar peredaran darah, hingga menjaga kadar kolesterol dalam darah. 


Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Rachmawati Sianggolan SpPD, mengingatkan agar hati-hati menikmati kopi bagi Anda yang memiliki masalah lambung. Ia menyarankan agar menghindari minum kopi jika belum makan seharian.


"Pilih kopi yang decaf sih kalau bisa," tutur dr. Rachmawati Sianggolan SpPD. Menurutnya, kopi decaf memiliki kadar kafein yang tak terlalu besar. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore