
Photo
JawaPos.com - Berbagai kelompok masyarakat menyambut baik kebijakan pemerintah yang menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya diungkapkan oleh kelompok ibu-ibu muda yang tergabung dalam geng Arisan Bandung Cantik.
Mereka senang karena bisa berkumpul lagi di mal atau resto dan kafe. Tapi mereka tetap ingat untuk mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak atau physical distancing. Dari biasanya bisa sampai 20-30 orang sekali kumpul arisan, kali ini masih terbatas sekitar hanya 10 orang.
"Kami tetap menjaga protokol kesehatan masing-masing ya. Selain memastikan kafe dan restonya bersih serta menerapkan protokol kesehatan, kami pun bawa peralatan wajib. Seperti tisu antiseptik, masker, hand sanitizer," ungkap Ketua Arisan Bandung Cantik, Riza Noorjaya kepada JawaPos.com baru-baru ini.
"Bahkan anggota kami sampai bawa disinfektan sendiri. Mejanya sampai di lap sendiri lalu buku menu resto juga. Saking masih parno ya," tambahnya.
Para ibu muda ini rata-rata sudah memiliki anak bayi atau usia balita atau sekolah dasar. Maka mereka menyadari bahwa anak-anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terpapar virus Korona. Apalagi anak-anak masih dianjurkan berada di rumah saja dan belum diizinkan untuk kembali ke sekolah. Maka mereka sepakat untuk tidak membawa anak.
"Kami sepakat nggak ada yang bawa anak ya. Masih takut tertular soalnya. Sebelumnya kalau dulu sebelum pandemi sih bebas. Malah sering juga liburan ajak anak," ujar Riza.
Masing-masing anggota arisan juga sudah tak sabar ingin pergi ke luar negeri untuk berbelanja tas-tas branded dan liburan. Salah satu anggota, Ayun berharap agar pandemi segera berakhir. Sebab meskipun resto dan kafe atau mal sudah buka, namun jam operasional masih terbatas.
"Semoga segera berakhir ya karena masih agak kurang tuh soal jam operasional tempat makan. Soalnya kan kami tim suka nongkrong jadi kesulitan cari tempat makan. Buka masih mepet banget hanya sampai jam 18.00 atau jam 20.00. Jadi masih mepet banget buat dinner," katanya tertawa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
