
Rieska Virdhani/JawaPos.com/Berbagai upaya pembersihan di mal dari mulai sarana hingga ke ruang ganti.
JawaPos.com - Penularan virus Korona bisa dengan mudah menular melalui droplet baik secara kontak langsung dengan jarak kurang dari 1-2 meter atau percikan menempel pada benda-benda. Karena itu, ketika kini pusat perbelanjaan mulai buka kembali, pihak departement store dan gerai toko memberlakukan protokol kesehatan ketat termasuk saat menjajal pakaian dan produk fashion lainnya
Di Senayan City misalnya, sejumlah tenant memberikan aturan ketat yang berbeda soal fitting room. Saat pembeli akan menjajal busana, ada sejumlah tenant yang memperbolehkan, tetapi ada juga yang tidak. Jika pun boleh, dijamin busana yang dipajang kembali akan disterilkan terlebih dahulu.
"Kalau mau coba baju di fitting room, oh selalu setelah dipakai konsumen A, rata-rata pasti di steam lagi lebih kurang 3 menit dengan panas atau heat 70-80 derajat, didiamkan dulu bajunya. Lalu dipajang lagi," kata Leasing and Marketing Communication GM Senayan City, Jaclyn Halim kepada JawaPos.com baru-baru ini.
Dan untuk sepatu, sejumlah toko juga akan memberikan kaos kaki dispossable atau yang bisa sekali pakai. Sehingga bisa mencoba sepatu tersebut. Dan setelah itu sepatu disemprot pembersih lagi untuk mensterilkan dari kuman.
"Jadi di masa transisi ini aman hang out di mal, semua konsisten menjaga kebersihan. Semua diimbau cuci tangan, pembersihan berkala," ujarnya.
Jaclyn mengimbau semua pengunjung agar membawa 3 Starter Kit atau perlindungan diri paling mendasar sebelum masuk mal. Pertama, adalah masker. Lalu hand sanitizer. Kemudian tisu basah antiseptik.
"Masker itu kalau bisa bawa 2-3 ya sehari. Karena kita harus ganti tiap 4 jam. Kemudian hand sanitizer meski disediakan pihak mal, tapi sebaiknya bawa sendiri karena kan mungkin ada orang yang kulitnya alergi. Lalu tisu basah antiseptik saat di mal itu penting ketika kita akan makan atau membeli snack dan camilan," jelasnya.
Sementara itu di gerai Fashionlink, Senayan City, tak mudah saat mencoba berbagai busana. Pihak tenant belum mengizinkan pembeli untuk mencobanya. Mereka hanya mengizinkan untuk sekadar mencocokkan pakaian di tubuh.
"Fitting untuk sementara New Normal ini enggak ada coba baju. Jadi kalau mau beli hanya tes fit body saja. Kami enggak bisa tukar juga. Kendalanya di situ ya. Agar lebih memberi jaminan untuk pembeli saja sih," kata salah satu pegawai Fashionlink, Sri Wanti.
Busana hanya boleh dipilih, dipegang, dicocokkan, lalu dipajang kembali jika tak jadi membeli. Dan tentunya setiap konsumen yang jadi membeli, diharapkan mencuci pakaian tersebut sebelum dikenakan.
"Tapi kalau sepatu masih boleh dicoba. Pasti setelah dicoba kami semprot lagi dengan cairan khusus pembersih agar steril," tuturnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=hwm5f5KkZTk
https://www.youtube.com/watch?v=Wm8SddFq760
https://www.youtube.com/watch?v=PnG2Ihw31Kc

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
