
Bloomberg
JawaPos.com - Pencinta tas premium atau branded asal Prancis sudah tak sabar berburu tas kesayangan mereka. Masa pandemi Covid-19 memang sudah membuat para fashionista tak bisa bergerak bebas. Kini, gerai tas premium di Paris seperti Hermes dan Louis Vuitton mulai beroperasi lagi melayani pembeli.
Setiap toko tetap menerapkan protokol kesehatan. Di toko Hermes di salah satu jalan paling mewah di Paris, asisten toko menyambut pelanggan dengan masker wajah dengan gel pembersih.
"Bolehkah saya menyemprotkannya di tangan Anda?," kata penjaga toko tas Hermes seperti dilansir dari South China Morning Post, Kamis (14/5).
Ketika Prancis mulai memberlakukan lockdown, perekonomian pun terguncang termasuk di sektor fashion. Serupa dilakukan di toko tas Louis Vuitton di alun-alun grand Place Vendome Paris. Tas di sana mulai dijual seharga USD 700 atau setara Rp 10 juta.
"Sebentar lagi ulang tahun teman dan kami membelikannya dompet. Senang sekali karena sudah berbulan-bulan tak ketemu karena masa karantina," kata warga Paris, Hajar.
Di toko Hermes di Rue du Faubourg Saint-Honore, seorang asisten toko diam-diam menghitung jumlah orang yang berseliweran pada suatu waktu. Ada 50 pembeli di dua lantai. Dan seorang pembeli mengatakan dia ingin membeli tas Hermes jenis Kelly yang mahal.
Sejauh ini pembeli tas premium masih sebatas warga lokal di Prancis. Sedangkan jumlah pembeli dari mancanegara masih terbatas karena terhalang perjalanan internasional. Sejumlah perusahaan-perusahaan mode lainnya juga akan membuka kembali toko-toko pada 18 Mei.
Di Jerman, toko-toko kecil telah buka selama tiga minggu terakhir. Pembeli yang mencari barang mewah masih sedikit dan jarang. Gerai Chanel juga lebih bergeliat. Meskipun ada tanda-tanda pemulihan di Tiongkok, pasar industri terbesar penjualan global barang-barang mewah diperkirakan akan merosot hingga 50 persen tahun ini menurut sejumlah konsultan.
Protokol Kesehatan yang Ketat
Di Vuitton di Paris, milik konglomerat LVMH, pakaian yang dicoba di gerai oleh pengunjung akan disisihkan untuk disteam dan tas dimasukkan ke dalam karantina 48 jam. Protokol pembersihan untuk item lain bervariasi, tergantung pada seberapa dekat mereka dengan wajah orang atau bahan yang terlibat. Christian Dior, label LVMH lainnya, dan Chanel, sebuah grup yang dimiliki secara pribadi, juga telah mendirikan perisai kaca di dekat meja untuk menjaga jarak aman dengan pengunjung.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Nl-gcMooCMg
https://www.youtube.com/watch?v=IYQUE7GMpGY
https://www.youtube.com/watch?v=PZkCCZJsDjY

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
