Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Desember 2019 | 20.00 WIB

Jauh dari Untung, Ini 5 Penyebab Bisnis Online Sering Gagal

Bisnis startup dan jual beli online - Image

Bisnis startup dan jual beli online

JawaPos.com - Era teknologi yang semakin canggih, menyebabkan semua kegiatan dapat dilakukan secara online. Misalnya dalam membeli barang kebutuhan sehari-hari hingga makanan siap santap, apapun dilakukan secara daring mengandalkan koneksi internet.

Pelaku bisnis online saat ini memang sangat menjamur. Akan tetapi, tak jarang yang mengalami kegagalan dalam menjalankan bisnis online. Walaupun dalam menjalankan segala jenis bisnis, tak ada satu orang pun yang menginginkan sebuah kegagalan. Namun hal ini memang tak bisa dihindari.

Banyak sekali faktor yang menyebabkan kegagalan dalam bisnis online. Baik faktor internal yang murni berasal dalam diri pelaku bisnis, maupun faktor eksternal yang berkaitan dengan pasar maupun konsumen.

Bagi beberapa orang, mengalami kegagalan dalam sebuah bisnis adalah hal yang lumrah dan dapat dijadikan koreksi dan pemantik untuk usaha-usaha selanjutnya. Dengan adanya kegagalan tersebut akan mengetahui permasalahan serta penyebabnya, sehingga dapat menemukan sebuah solusi yang tepat.

Namun, memang tidak semua orang memiliki jiwa lapang dada yang dapat dengan mudah menerima kegagalan. Dalam bisnis online pun demikian. Banyak sekali penyebab kegagalan ketika menjalankannya.

Memang terlihat mudah ketika melihat orang lain menjalankan bisnis online. Hanya berbekal ponsel yang terkoneksi internet, pembeli pun berdatangan setelah melihat gambar contoh barang yang dijual.

Pun demikian, risiko kegagalan tetap saja ada. Oleh karena itu, ketahui beberapa penyebab bisnis online bisa gagal seperti dikutip dari Cermati.com, Minggu (22/12).

1. Perencanaan Bisnis yang Kurang Matang 

Segala jenis kegiatan memang sebaiknya direncanakan terlebih dahulu. Demikian pula ketika memiliki bisnis online. Dengan adanya perencanaan, maka seluruh langkah ke depannya lebih tertata.

Dalam hal ini, perencanaan yang matang memiliki cakupan yang sangat luas. Bukan hanya berkaitan dengan perencanaan keuangannya saja, tapi lebih dari itu. Meliputi target usaha ke depannya, sasaran konsumen, kebutuhan pasar, kebutuhan modal, rencana pemasaran, dan sebagainya. Jika perencanaan telah dilakukan secara matang, maka dapat dipastikan bisnis ke depannya akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

2. Kurangnya Interaksi dengan Konsumen ataupun Calon Konsumen

Dalam berbisnis online, respons penjual adalah salah satu hal penting yang dipertimbangkan oleh pembeli ataupun calon pembeli. Pembeli akan merasa senang dan dihargai ketika pertanyaan yang mereka ajukan direspons.

Tak mengharuskan fast response, namun lakukan ketika benar-benar memiliki waktu luang juga tak ada salahnya. Selain itu, melakukan interaksi sesering mungkin dengan pembeli juga merupakan salah satu cara promosi yang bagus.

Misalnya bisnis online dilakukan di salah satu media sosial, tak ada salahnya untuk melakukan tanya jawab ataupun giveaway dengan followers. Jadi, ajak berinteraksi konsumen dan calon konsumen produk Anda.

3. Ingin Meraih Hasil yang Instan dan Mudah Menyerah 

Lain dengan usaha offline, bisnis online terkadang memang terasa lebih sulit. Khususnya saat awal membuka bisnis online tersebut. Memperoleh konsumen adalah hal yang sangat sulit.

Jika dilihat, bisnis online memang tampak seperti bisnis yang sangat cepat untuk mendapatkan keuntungan. Namun tentunya hal tersebut setelah melewati proses yang tak singkat.

Jika punya sikap tak pantang menyerah ketika target penjualan belum tercapai, ataupun jumlah pembeli yang tak banyak, ini bisa jadi bencana. Oleh karena itu, sangat diperlukan sifat sabar dan tak mudah menyerah untuk menjalankan bisnis, baik online ataupun offline.

4. Produk Monoton karena Kurangnya Inovasi

Faktor lain yang menjadi penyebab kegagalan dalam bisnis online adalah kurangnya inovasi. Jika penjual menjual barang yang sama dalam jangka waktu yang cukup lama, tentunya pembeli akan merasa jenuh.

Tak masalah jika memang menjual barang yang sama untuk waktu yang lama, akan tetapi dengan dibarengi inovasi. Misal mengubah dari segi kemasan, varian ataupun ukurannya.

Dengan begitu, pembeli akan merasa penasaran dengan inovasi-inovasi terbaru tersebut, meskipun produknya sebenarnya sama.  Atau bisa pula dengan menambah produk baru. namun perlu dipastikan jika kualitas produk tersebut memang bagus. Karena jika tidak, akan mempengaruhi kredibilitas bisnis online juga.

5. Ragu dalam Mengeluarkan Uang

Banyak sekali pelaku bisnis online yang merasa ragu untuk menggelontorkan uang, khususnya untuk biaya promosi. Banyak sekali alasan yang mendasari, salah satunya adalah takut jika uang yang telah dikeluarkan tidak akan kembali.

Tentunya anggapan tersebut sangat salah. Sebenarnya, dengan mengeluarkan uang untuk promosi, hal tersebut sama saja dengan melakukan investasi. Maka tak perlu takut untuk membayar promosi, melakukan endorsement dengan selebriti. Karena dengan melakukan promosi, kesempatan untuk menjadi bisnis yang lebih besar juga
akan terbuka semakin lebar.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore