
Opening Jakarta Fashion Week 2020. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
JawaPos.com - Jakarta Fashion Week menjadi ajang tahunan bergengsi bagi dunia mode. Di negara lain banyak pula ajang seperti New York Fashion Week, Paris Fashion Week, Milan Fashion Week dan pekan mode lainnya yang juga menjadi perhatian para fashionista. Lalu apa sih bedanya pekan mode di dalam negeri dengan mancanegara?
Chairwoman Jakarta Fashion Week Svida Alisjahbana menjelaskan setiap pekan mode biasanya selalu melahirkan tren mode terbaru yang akan datang. Tren itu akan menjadi hype dan mendatangkan popularitas tersendiri di kalangan pencinta fashion. Selain menjadi buah bibir, tren itu bahkan memunculkan pasar yang luas tak terkecuali produk palsunya atau KW.
"Nah Anda nanti akan bisa rasakan hype-nya akan muncul setelah JFW bahkan sampai ada barang KW," katanya tertawa di Senayan City, Selasa (22/10).
(Rieska Virdani/JawaPos.com)
Opening Jakarta Fashion Week 2020. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Bedanya dengan pekan mode mancanegara, Svida menilai pekan mode sekelas JFW atau pekan mode lainnya di dalam negeri masih mengincar pasar B To C atau Business To Customer. Berbeda dengan pasar mancanegara yang sudah mengincar pasar dunia.
"Kita tentu ingin fashion kita jadi tuan rumah di negerinya sendiri. Tapi memang kita masih mengarah dari B to C. Kita memang belum market belum besar baru mengarah ke sana," tuturnya.
Perbedaan lainnya tentu dari tren busana yang ditampilkan. Salah satu desainer fashion Defrico Audy menjelaskan setiap kali tampil dalam pekan mode dunia, para desainer tanah air harus menampilkan wastra nusantara untuk menonjolkan ciri negera Indonesia yang kaya dan otentik. Justru hal itulah yang menjadi sorotan dan daya tarik bagi pencinta fashion mancanegara pada koleksi Indonesia.
"Karena kita harus cinta kain nusantara. Desainer Indonesia pasti angkat kain adat indonesia. Dengan begitu setiap kali saya dan kami bawa kain nusantara di panggung dunia akan menjadi pertanyaan bagi mereka, bagaimana prosesnya, apa saja keunikannya," ujar Defrico.
Karena itu, dalam peragaan JFW 2020 kali ini dia memamerkan 20 look dengan kain Nusa Tenggara Timur dengan tema eksotik nusa. Dia juga memolesnya agar lebih kekinian dengan nuansa monokrom dan warna-warna yang digemari anak muda.
"Harus bisa ikuti maunya anak milenial. Mereka enggak mau pakai kain terlalu berat ya, maka kami tawarkan kain-kain light yang monokrom dan berbagai motif kekinian lainnya agar desainer selalu mengikuti tren yang baru," tuturnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
