
Fashion show butik Levico menampilkan koleksi kain tenun Nagekeo NTT. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
JawaPos.com - Nusa Tenggara Timur (NTT) memang sudah dikenal lewat kekayaan kain tenun yang dikerjakan oleh para perajin lokal. Berbagai motif tenun tersebut dikerjakan dengan memakan waktu berbulan-bulan dan menceritakan berbagai suasana hati para perajin yang didominasi kaum ibu di NTT. Provinsi di Timur Indonesia ini mempunyai 22 kabupaten/kota, dan masing-masing memiliki motif tenun yang cantik dan unik. Salah satunya Kabupaten Nagekeo.
Kabupaten Nagekeo merupakan kabupaten baru sebagai pemekaran dari Kabupaten Ngada sejak tahun 2007 dan memiliki kekayaan selain tenun yakni penghasil beras, garam, serta kekayaan pariwisata. Oleh karena itu, lewat tenun, Festival Literasi Nagekeo digelar tahun ini.
"Literasi bukan sekedar buku. Misalnya lewat tenun kami ajarkan agar jangan sampai motif terbalik di kainnya. Bagaimana makna dan filosofi motifnya. Dari satu tenun akan memperkenalkan semua kekayaan NTT," kata Ketua Dekranasda dan Istri Gubernur NTT, Julie Laiskodat dalam konferensi pers, Kamis (11/4).
Motif tenun menggambarkan berbagai kekayaan di NTT dari mulai air terjun, pegunungan, dan kekayaan wisata alam. Bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI, pihaknya berusaha menggalakkam kampanye budaya membaca bagi masyarakat NTT agar lebih maju menghadapi perkembangan teknologi dan peradaban.
Photo
Model memperagakan kain tenun Nagekeo. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
"Beberapa waktu lalu dengan Kabupaten Lembata, NTT, perpustakaan nasional memberikan 3.000 buku. Maka tak hanya lewat tenun, tetapi kemajuan pariwisata dan ekonomi rakyat NTT bisa digenjot lewat budaya membaca," jelas Julie yang juga memiliki butik khas kain tenun NTT, Levico.
Julie menambahkan, para ibu penenun di desa masing-masing kabupaten kota di NTT begitu giat menenun. Namun suami mereka 85 persennya adalah petani.
"Nah kalau petani itu kan musiman. Sedangkan menenun bukan musiman. Menenun bukan pekerjaan melihat musim. Kami sedang kampanyekan bahwa menenun yang awalnya mungkin hanya sambilan tapi nanti menjadi roda perekonomian," ujarnya.
Kendala yang sering dihadapi yakni masyarakat di sana tak punya modal seperti benang dan alat-alat. Padahal motif kain tenun di Nagekeo memiliki kekayaan dan ciri khas yang paling kaya.
Photo
Pemilik butik tenun Levico sekaligus Istri Gubernur NTT, Julie Laiskodat. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
"Lewat literasi kemampuan mereka akan lebih meningkat. Bagaimana bisa membangun Sumber Daya Manusia. Sebab dari segi teknik, tenun kami berbeda. Kami punya ikat, sotis dan bunah. Warna khasnya yaitu kuning dan hitam. Kami sedang berupaya hak patenkan satu persatu motifnya agar tak diambil orang dijadikan tenun printing," jelasnya.
Hal senada diungkapkan Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do. Dia berharap melalui gerakan Festival Literasi Nagekeo, tak hanya tenun, tetapi anak muda di Nagekeo semakin bergeliat menggerakkan ekonomi rakyat.
"Perpustakaan sebagai penyangga peradaban melalui literasi. Mengajak kita terutama masyarakat Nagekeo untuk mempercepat generasi muda menghadapi tantangan di era digital, salah satunya lewat budaya," tutupnya
Photo
Photo

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
