Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 April 2019 | 21.00 WIB

Racik Lychee Tea dengan Oolong dan Raih Manfaatnya

Lychee tea memiliki tekstur dan rasa yang brbeda dengan minuman teh lainnya. (Hanung/Jawa Pos) - Image

Lychee tea memiliki tekstur dan rasa yang brbeda dengan minuman teh lainnya. (Hanung/Jawa Pos)

JawaPos.com - Siang-siang paling nikmat minum yang segar. Sedikit juicy dan acid. Tapi, tetap ada rasa manisnya. Ya, paling cocok sih lychee tea. Tambahkan ice cube tiga balok. Supaya makin cantik, jangan lupa daun min disimpan di bagian atas.

Di beberapa restoran, beverages lychee tea hampir tak pernah ketinggalan masuk ke daftar menu, seperti lemon tea or sweet tea. Meski, ketiganya dibuat dari bahan yang sama, yaitu tea. Tapi, tekstur dan flavor berbeda.

Bartender Artotel Hotel Bonnie Manurung menuturkan, saat ingin membuat lychee tea, teh yang disarankan untuk dipakai adalah oolong. Menurut Bonnie, oolong tea mempunyai struktur dan rasa yang netral. Ketika dicampurkan dengan leci, hasilnya akan nge-blend. "Tapi, kalau Anda mau bikin dengan vanilla atau jasmine tea bisa juga. Namun, ya, itu. Kurang sedikit ngeblend," katanya saat ditemui Jawa Pos pada Jumat malam (5/4).

Lantas, apakah boleh dicampur dengan gula?

Pria yang bergelut dengan dunia bartender sejak 2014 itu menyatakan boleh saja jika ingin menambahkan gula. Anda bisa memakai gula cair atau classic syrup sesuai selera. Tapi, jangan terlalu manis, ya.

Photo

Saat ingin membuat lychee tea, teh yang disarankan untuk dipakai adalah oolong. (Hanung/Jawa Pos)

Ada dua jenis lychee tea yang biasa dijumpai. Yang membedakan hanyalah teknik pengolahan lecinya. Ada yang disuguhkan dengan leci dihancurkan kasar. Jadi, bentuk lecinya tidak utuh besar, tetapi dicincang tidak berukuran. Lalu, bentuk sajian kedua leci dengan ditusuk menggunakan penusuk khusus. Kemudian, ditaruh di atas gelas.

Bonnie menyebutkan, dirinya harus menyesuaikan bentuk straw sebelum memutuskan apakah leci dihancurkan kasar atau ditusuk. Apabila straw yang dipakai memiliki diameter medium, dia akan menghancurkan lecinya. Sementara itu, jika straw yang dipakai berdiameter kecil, lecinya tidak akan dihancurkan, tetapi disajikan dengan ditusuk.

Pakar nutrisi Herras Sutarmi menyatakan, leci memiliki kandungan vitamin B kompleks. Dengan begitu, leci mampu meningkatkan sistem metabolisme tubuh. Selain itu, menurut dia, leci mempunyai serat yang baik untuk pencernaan. "Kalau bisa mengonsumsi leci yang belum dikemas dengan kaleng. Artinya, leci masih memiliki kulit asli. Jadi, Anda perlu mengupasnya," terangnya.

Kemudian, ada info menarik buat ladies. Pasti Anda senang mendengar informasi dari Herras. Dia menyebutkan bahwa leci mampu menunda penuaan dini. Tinggal dan beraktivitas di ibu kota yang memiliki indeks polusi tinggi mampu mengikis pigmentasi kulit lho. Jadi, potensi tampak lebih cepat tua terjadi.

Photo

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore