
Ilustrasi: Operasi selaput dara atau Hymenorrhaphy ternyata tak kembalikan keperawanan.
JawaPos.com - Menjalankan operasi selaput dara atau Hymenorrhaphy tak semudah apa yang dibayangkan. Bukan dari segi tindakan, tapi sebelum melakukan operasi seseorang perlu memiliki alasan yang kuat.
Sebelum melakukan operasi, seseorang harus menjalani proses konseling terlebih dahulu dengan dokter terkait. Melalui konseling, dokter ingin mengetahui alasan seseorang apakah operasi perlu dijalankan atau tidak.
Dari hasil konseling terungkap bahwa banyak perempuan yang ingin perawan lagi. Sehingga, memilih melakukan operasi selaput dara. Padahal, operasi tersebut tidak ada kaitannya dengan keperawanan.
"Tidak ada persyaratan khusus, sama aja seperti operasi biasa. Tapi, yang lebih penting adalah mentalnya. Kalau tujuannya pengen perawan lagi, ya ga akan bisa," kata dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG, Gynecologist, ketika ditemui di RSPI Puri Indah, Jakarta Barat, belum lama ini.
Menurutnya, mengembalikan status keperawanan bukanlah diagnosis dokter. Kewajiban dokter hanyalah mengembalikan selaput dara yang tidak utuh menjadi utuh.
Setelah sejumlah pengertian disampaikan, ternyata banyak juga yang pada akhirnya tidak jadi menjalankan operasi. Sebab, akhirnya baru mengerti kalau operasi tersebut tidak perlu dilakukan apabila maksudnya mengembalikan keperawanan.
"Generasi milenial sekarang menerima semua apa adanya. Kembali lagi, konseling apa yang dia minta. Konseling menyeluruh, kejiwaannya seperti apa. Banyak yang datang tapi banyak yang tidak jadi. Jarang yang oke, go langsung melanjutkan," tambah Ni Komang Yeni Dhana Sari.
Namun, bagi orang yang sudah melakukan operasi ada hal yang perlu dihindari. Pertama, setelah operasi selama 6-8 minggu tidak boleh berhubungan seksual dulu. Hal ini untuk menghindari terjadinya pendarahan, karena butuh waktu untuk luka operasi itu sembuh.
Lalu, hindari aktivitas berenang, sauna, atau mandi bathtub spa, untuk menghindari adanya infeksi. Sementara berbicara mengenai harga, biaya yang dikeluarkan cukup variatif, sekitar 20 hingga 30 juta rupiah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
