
Ilustrasi seorang anak senang membaca buku cerita dongeng untuk memperkaya wawasan.
JawaPos.com - Membaca buku bisa menjadi sarana untuk melihat jendela dunia. Untuk mengajarkan budaya membaca kepada buah hati, salah satunya bisa dengan membacakan dongeng untuknya setiap hari. Sehingga dengan aneka gambar yang unik dan lucu bisa meningkatkan imajinasi dan budaya literasi pada anak.
Hal itu diungkapkan Tokoh Pendongeng dan Pemerhati Anak, Awam Prakoso saat peluncuran Program Mobil Pustaka Pintar oleh Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI) di Indonesia dan MoneyGram Foundation. Lewat dongeng dan membaca akan meningkatkan imajinasi anak-anak mempelajari hal-hal baru.
"Dongeng juga mengajarkan hal yang benar dan salah serta banyak pelajaran dan nilai moral yang kuat. Investasi paling murah itu buku untuk anak-anak," kata Awam kepada wartawan, Kamis (21/).
Dongeng yang berasal dari buku cerita biasanya menyimpan nilai moral yang bisa diadopsi oleh anak. Dongeng akan meningkatkan rasa ingin tahu anak untuk membaca cerita aslinya.
"Dongeng yang baik itu tergantung penuturnya harus mencari referensi dari buku. Sehingga pengaruh positif itu akan menular ke anak untuk gemar membaca buku," kata Awam.
Para orang tua khususnya ibu biasanya rajin mendongengkan anak sebelum tidur. Hal itu akan mulai menumbuhkan rasa kecintaan dengan dunia literasi. Jangan lupa juga ajak anak untuk menonton pertunjukkan dongeng.
Orang tua disarankan menggunakan alat peraga saat mendongeng. Entah itu boneka atau apapun yang bisa membuat anak tertawa dan berimajinasi. Bermainlah pada ekspresi dan ubah suara menyesuaikan karakter tokoh dalam dongeng.
"Misalnya ubah suara, atau bisa juga pakai boneka, papan, buku, atau media lainnya. Intinya bagaimana orang tua kreatif agar pesannya bisa diterima anak," ujarnya.
Edukasi Dongeng Lewat Mobil Pustaka Pintar
Tahun ini, program Mobil Pustaka Pintar melakukan perluasan program yang mencakup penambahan 2000 koleksi buku dan telah dirasakan manfaatnya oleh 3.170 anak. Guna memberikan manfaat yang lebih besar lagi, MoneyGram Foundation menambahkan dana hibah untuk pembelian 3.000 koleksi buku dan e-book, serta perlengkapan pendidikan lainnya yang ditujukan bagi anak-anak mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah.
Dana hibah ini diserahkan langsung oleh MoneyGram Foundation kepada YPPI. MoneyGram Foundation dan YPPI memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi dan pendidikan.
"Kami percaya dapat terus mendorong peningkatan kemampuan literasi dan pendidikan guna meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan keluarga di Indonesia. Kuncinya dengan mengubah paradigma membaca sebagai budaya salah satunya lewat dongeng," tutup Ketua MoneyGram Foundation Aimee Griffiths.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
