
KESAN NATURAL: Hairstylist dari Korsel Kang Sung-woo menata rambut model dalam demo di Hotel Sheraton.
JawaPos.com SURABAYA – Tren Korea masih menarik minat perempuan yang ingin penampilannya terlihat selalu kekinian. Yang dilirik tidak hanya fashion-nya, tetapi juga cutting dan coloring rambut.
Hal itu terlihat dari acara di Hotel Sheraton, Kamis (6/8). Puluhan orang memadati teracce room untuk mengikuti workshop dari Kang Sung-woo.
Hairdresser asal Korea Selatan tersebut memberi contoh dengan telaten dan cekatan.
Tema yang diangkat mengenai Red Sombre Waves. Yola Sutjiutomo selaku business unit manager L’Oréal Professional Indonesia menyatakan, itu adalah evolusi teknik pewarnaan dan tekstur rambut yang dipadu dengan Korean perm dan sombre.
Tema tersebut berasal dari pengembangan seri servis v-look yang hadir dalam bentuk harmonisasi Korean perm. Inspirasinya berasal dari pelaku industri hiburan ketika berada di red carpet.
’’Untuk mudah membayangkan, kami masih pakai Yoon Eun-hye sebagai spokeperson Asia. Tatanan rambut mewah yang sering dia hadirkan di karpet merah itulah yang kami angkat,’’ ungkap Yola.
Dia menjelaskan, Korean perm merupakan metode pengeritingan rambut ala Korea yang menghasilkan tekstur keriting pada rambut dalam format yang lebih natural dan feminin. Hal itu berbeda dengan metode pengeritingan konvensional yang cenderung menghasilkan kesan kaku.
Sementara itu, sombre berasal dari akronim subtle ombre. Sombre adalah perkembangan dari teknik ombre yang menghadirkan permainan gradasi warna pada rambut.
Kang Sung-woo tidak bekerja sendiri. Bersama tiga asisten, mereka merombak rambut panjang seorang model.
Awalnya, rambut model diwarna merah. Kemudian, Kang Sung-woo mulai membentuk tatanan v-look dan merapikan helai rambut yang keluar.
Setelah itu, dia baru mengeriting rambut model. Rambut panjang tersebut dipilah menjadi dua. Bagian kanan menggunakan Korean perm dengan volume besar, sedangkan yang kiri pengeritingan lebih kecil.
Ketika memberi contoh, tidak jarang Kang Sung-woo berinteraksi menjawab pertanyaan dari para undangan. Menurut pria yang telah 27 tahun berada di dunia tata rambut itu, pengunjung yang datang sangat ingin belajar.
’’Jadi, rasanya ingin berbagi semuanya,’’ jelas pria yang baru kali pertama menginjakkan kaki di Surabaya tersebut.
Woo menjelaskan, teknik perm itu bisa diaplikasikan pada wajah orang Indonesia. Sebab, ucap dia, terdapat kemiripan bentuk dan tekstur.
’’Di sana banyak yang suka dengan keriting besar. Kalau di sini lebih beragam,’’ kata Woo.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
