
TEMBAKAN LASER: Peranti cynergy laser treatment saat dicobakan di punggung Evi Setiawan (kanan).
JawaPos.com – Tato memang seni. Namun, orang perlu berpikir ribuan kali sampai memutuskan menggunakan tato. Lantaran sifatnya permanen, memasang atau menghapusnya sama-sama menyakitkan.
Begitulah yang dirasakan Evi Setiawan. Perempuan 23 tahun itu memiliki tiga tato di tubuhnya. Antara lain, tato inisial nama seseorang di salah satu jari tangan kiri, salib bersayap di punggung, dan gambar tribal di pinggangnya. Semua menjadi spesial. Setiap tato punya arti khusus. ’’Saya sudah pakai tato bertahun-tahun,’’ kata perempuan asal Surabaya tersebut.
Evi memang mengatakan suka dengan tato sejak empat tahun lalu. Awalnya mencoba-coba. Namun, karena ketagihan, Evi menambahkan tato lagi di bagian tubuhnya. Memang butuh perjuangan.
Saat ditemui di Estine Aesthetic Clinic Surabaya, Selasa (24/1), Evi ingin menghapus salah satu di antara tiga tatonya. Yakni, yang bertulisan inisial nama mantannya. Karena sudah putus dengan sang kekasih, dia ingin menghapus semua kenangan. Termasuk tato di jari tengah tangan kirinya tersebut. ’’Sudah ada pacar yang baru. Jadi pengin menghapus tato yang ini,’’ ucapnya, lantas tertawa.
Dia menghapus tato tersebut dengan cynergy laser treatment. ’’Ya sedikit sakit sih. Tapi, mau gimana lagi,’’ ungkapnya. Untuk penghapusan tato inisial nama tersebut, Evi membutuhkan waktu 3–4 kali bolak-balik ke klinik. Lama tidaknya proses tersebut bergantung ketebalan dan luas area kulit yang dirajahi tato.
Dokter Gerald Kusumo menjelaskan bahwa pasien harus melewati beberapa tahap saat ingin menghapus kenangan. ’’Eh, menghapus tato, maksud saya,’’ tuturnya. Tahap awal adalah pengecekan jenis tato. Misalnya, warna dan tingkat kedalaman di kulit. Itu berpengaruh terhadap treatment dan waktu yang dibutuhkan dalam proses penghapusan tato. ’’Semakin dalam, sampai lapisan dermis, ya tentunya semakin sulit,’’ tambahnya.
Proses selanjutnya adalah pemberian anestesi. Caranya mengoleskan krim anestesi di area kulit yang ditato secara merata. Langkah itu tentu dilakukan agar pasien tidak kesakitan. ’’Seperti tato Evi ini, sudah masuk yang dalam di lapisan dermis,’’ kata alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) tersebut.
Selama 15–30 menit anestesi dibiarkan. Setelah itu baru penembakan dengan laser. ’’Digunakan jenis laser Ndyag,’’ ungkapnya. Penembakan itu tidak cukup sekali. Bisa 3–4 kali hingga warna tato memudar. Prosesnya sekitar satu jam.
Setelah itu, pasien bisa beraktivitas normal. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Antara lain, menghindari sinar matahari langsung, memberikan krim oles anti peradangan secara rutin, dan empat jam setelah treatment dianjurkan untuk tidak mencuci bagian kulit yang dihapus tatonya.
Hasil penghapusan memang dapat terlihat secara bertahap. Pasien harus kembali lagi dalam durasi 3 minggu hingga 1 bulan. ’’Ini memperhatikan regenerasi kulit juga,’’ tuturnya. Pengulangan proses dilakukan hingga tato benar-benar terhapus. (bri/c15/dos/sep/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
