Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Agustus 2023 | 21.01 WIB

Berolahraga Asyik dengan Permainan Tradisional yang Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik

Sejumlah tim peserta POP beradu dalam cabor gobak sodor.

 

JawaPos.com–Indonesia memiliki beragam permainan tradisional yang asyik dan unik. Permainan tradisional itu telah ada selama bertahun-tahun melewati berbagai generasi, sehingga menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Indonesia.

Permainan tradisional tak hanya berfungsi untuk menjadi hiburan. Namun, juga dapat bermanfaat untuk kesehatan fisik. Sebab, permainan tradisional melibatkan gerakan fisik yang aktif, sehingga dapat berolahraga dengan asyik tanpa merasa terbebani.

Permainan tradisional memberikan kesempatan yang menyegarkan dari dunia digital, mendorong interaksi bermakna, dan mendukung kesehatan fisik. Beberapa dari permainan tradisional juga dapat menjadi ide untuk mengadakan lomba, seperti gobak sodor, bentengen, dan egrang.

Dilansir dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, berikut lima permainan tradisional yang bermanfaat untuk kesehatan fisik.

  1. Gobak Sodor

Permainan tradisional Gobak Sodor berasal dari daerah Jawa Tengah. Di Jakarta, permainan itu dikenal dengan nama Galasin.

Gobak Sodor merupakan permainan yang dilakukan dengan berkelompok di halaman yang luas. Permainan tersebut membutuhkan dua kelompok yang terbagi menjadi dua tugas dalam satu permainan.

Tugas kelompok pertama, menghadang lawan agar tidak lolos berlari ke garis belakang. Sedangkan kelompok kedua, menerobos penjaga yang menghadang agar bisa berlari ke garis belakang.

Jika terdapat pemain yang tersentuh oleh kelompok yang menghadang, dianggap mati. Namun, apabila terdapat pemain yang berhasil menerobos ke garis belakang lalu balik lagi ke garis depan, itulah pemenangnya.

Permainan tradisional tersebut menjadi sarana olahraga yang melatih aktivitas fisik. Selain itu, dapat melatih kerja sama dan mengatur strategi.

  1. Engklek

Engklek merupakan permainan tradisional yang dilakukan dengan memanfaatkan gambaran kotak-kotak atau lingkaran yang digambar di halaman rumah atau jalanan. Setelah itu, pemain akan membagi nomor urut dengan hompimpa.

Lalu, permainan dilakukan dengan melempar gacoan/trengkal yang terbuat dari pecahan genting ke area engklek. Setelah melempar dengan tepat, pemain melompat dengan satu kaki di setiap kotak tanpa menyentuh area yang terdapat gacoan.

Pemain dapat dianggap menyelesaikan permainan saat telah berhasil melompati semua kotak sampai kembali ke kotak awal dengan selamat. Kemudian, pemain tersebut akan melempar gacoan ke sembarang area engklek, dengan cara membelakangi.

Jika gacoan berhasil jatuh ke kotak engklek tanpa terkena garis, pemain dapat menandai kotak tersebut sebagai rumahnya. Rumah tersebut berfungsi untuk pemain berdiri dengan kedua kaki, sedangkan pemain lain tidak boleh menginjaknya. Permainan tradisional itu dapat melatih fokus, kelincahan, dan ketangkasan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore