
TRADISIONAL DI MAL: Suasana pengunjung saat memilih baju karya Mimi Intan Avantie di Ciputra World.
JawaPos.com – Hiruk pikuk suasana Pasar Tiban di dalam mal Ciputra World mengembuskan atmosfer berbeda bagi para pengunjung. Linear atrium disulap bak pasar tradisional lengkap dengan para penjual yang menggelar barang dagangannya.
Pendapa joglo dengan kursi dan meja kuno di depan pintu masuk menjadi pemandangan klasik untuk menyambut para pengunjung. Pasar Tiban menyajikan puluhan ribu batik Anne Avantie dalam berbagai model.
Selendang, kain, dan celana pendek menjadi item rebutan para pengunjung. Harganya pun bervariasi, yakni mulai Rp 70 ribu. Busana batik eksklusif dijual Rp 1 juta–Rp 3juta.
Di beberapa sudut pasar, terdapat gazebo berkonsep wedangan. Pengunjung dapat menikmati bandrek yang dituang dari termos ke cangkir stainless kuno.
’’Mari, Mas diminum,’’ tutur lembut Anne Avantie, perancang batik kenamaan. Dia menuangkan bandrek kepada para pengunjung dari termos kuno bermotif kembang sepatu.
Dengan dibantu seorang asisten, dia menghampiri satu per satu pengunjung sambil memberikan secangkir bandrek hangat. Lebih dari dua dasawarsa berkarya, ada kerinduan yang begitu mendalam untuk membaktikan diri kepada negeri dalam diri Anne Avantie.
Salah satu cara mewujudkannya adalah mengadakan Pasar Tiban 3-Karya Anak Negeri-Anne Avantie yang berlangsung pada 11–15 Januari.
’’Saya memilih Surabaya karena kota ini adalah kota terbesar setelah Jakarta bagi para fans Anne Avantie,’’ ujarnya. Selanjutnya, Pasar Tiban juga diselenggarakan di Bandung dan Jakarta.
Pasar Tiban menghadirkan perwujudan pasar tradisional yang menjual karya-karya perajin batik dengan teknik tulis, cap, dan printing.
Di bawah bendera AnneAvantieMall.com yang merupakan payung dengan brand Anne Avantie, puluhan UKM di Jawa Tengah dibina agar bisa memasarkan produk.
’’Selama ini para UKM mengalami banyak kesulitan dalam memasarkan produk. Di sini saya bina dan bantu mereka. Tentu tetap dengan standar mutu yang terbaik dari saya,’’ papar perempuan yang akrab disapa Bunda tersebut.
Kini, menurut perempuan kelahiran Semarang, 20 Mei 1954, itu, yang sedang banyak digandrungi adalah Mix. Yakni, satu baju dengan tiga sampai empat bahan, motif, dan elemen beragam di dalamnya.
’’Aneka warna dan bahan yang ditampilkan dengan penuh harmoni akan menghasilkan wajah yang baru,’’ jelasnya.
Anne Avantie adalah perancang busana yang terkenal melalui koleksi kebayanya. Karya perempuan 62 tahun tersebut telah dikenal di skala internasional dan kerap dikenakan para selebriti.
Sebut saja Miss Universe 2012 Olivia Culpo, Puteri Indonesia 2016 Kezia Warouw, Jennifer Hawkins (Miss Universe 2004 asal Australia), Cynthia Ollavaria (runner-up 1 Miss Universe 2005 asal Puerto Riko), Zuleyka Rivera Mendoza (Miss Universe 2006 asal Puerto Riko), Riyo Mori (Miss Universe 2007 asal Jepang), serta Dayana Mendoza (Miss Universe 2008 asal Venezuela).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
