Menurut Psychology Today, hinaan memiliki dampak yang mengerikan untuk masa depan. Pasalnya, itu akan mengurangi rasa percaya diri seseorang, sekaligus merusak harga dirinya di depan orang lain.
Mendapat hinaan dan fitnah dalam jangka waktu lama bisa berakibat lebih fatal untuk seseorang. Mulai dari perasaan terasing atau teralienasi, kemarahan dan dendam, depresi, serta masalah kesehatan mental yang lain.
Hinaan dapat berbentuk perlakuan secara fisik, misalnya memukul, meludah, atau menampar. Tetapi hinaan lebih sering dalam bentuk verbal dengan berbagai alibi, lelucon, komentar ironis, atau pujian sarkasme.
Lantas, bagaimana cara mengatasi hinaan orang lain? Berikut ini cara meresponsnya:
1. Marah Bukan Solusi
Memberi tanggapan berupa kemarahan merupakan yang paling sering dilakukan. Sayangnya, justru ini merupakan bentuk respons yang lemah. Jika marah, artinya kita menganggap serius hinaan orang lain dan tanda bahwa mungkin kita membenarkan hinaan itu.
Alih-alih menghentikan penghinaan, marah memicu perasaan tidak nyaman, kesal, dan hilang kontrol. Sikap marah malah bisa mengundang penghinaan berikutnya tanpa akhir.
2. Menerima Tanpa Perasaan Tersinggung
Memberi respons berupa penerimaan merupakan tindakan yang cukup elegan. Ada tiga alasan yang penting kita pertimbangkan; apakah hinaan itu benar, siapa yang menghina, dan apa alasan atau motifnya melakukan itu.
Faktanya, sebenarnya kita jarang tersinggung mendengar hinaan dari guru, orang tua, atau teman baik. Mempertimbangkan alasan di atas, kita memiliki kekuatan untuk menerima penghinaan sebagai perbaikan diri tanpa harus merasa tersinggung.
3. Jangan Membalas Hinaan
Seseorang dapat membalas hinaan dengan lebih cerdas dan tajam di waktu yang tepat. Sayangnya, betapa pun brilian balasan yang disampaikan, itu justru membuat kita sama levelnya dengan mereka yang menghina kita.
4. Lontarkan Humor
Melempar humor adalah salah satu cara bijak untuk menghadapi hinaan.
Misalnya, jika teman baik mengirim undangan sunat anaknya dengan kata-kata, "Undang untuk datang ke sunatan anak saya, bawa juga istri kamu jika punya", alih-alih marah kamu bisa membalas dengan humor untuk meredakan ketegangan, seperti, "Saya akan hadir dengan istri pada sunatannya yang kedua, jika masih ada yang tersisa,".
5. Menegur Orang yang Menghina
Sebagai langkah yang elegan dan tegas untuk menanggapi hujatan, kita dapat menegur orang itu. Baik dengan membalas komentar agar tidak menghina atau mendatangi kediamannya secara langsung.
Tindakan ini memiliki dampak yang panjang, di mana orang akan berpikir dua kali sebelum melayangkan hinaan lainnya di kemudian hari. Ketika menegur, sebaiknya tetap mempertahankan sikap tenang namun tegas.