
TANPA ALKOHOL: Atraksi Chef Tjing Man Lie saat menggoreng tahu jadi tontonan.
JawaPos.com – Lauk tahu sudah melekat di lidah kebanyakan orang Jawa Timur. Banyaknya menu masakan khas Jawa Timur, khususnya Surabaya, tak lengkap tanpa campur tangan tahu yang berbahan dasar kedelai itu. Misalnya, lontong balap, lontong mi, dan rujak.
Harga yang cenderung murah dan mudah didapat membuat tahu sering tersaji di meja makan. Namun, banyak orang yang meremehkan pengolahan tahu. Akibatnya, tahu yang disuguhkan tak menggugah selera, membosankan, atau malah tidak enak.
Pada cooking competition yang dihelat The Sages Institute International Sabtu (27/5), Chef Tjing Man Lie berbagi ilmu, khusus mengolah tahu. Saat dia beraksi, api membubung di area bazar Pakuwon Trade Center. Para pengunjung yang semula acuh pun menengok. Mereka menghentikan langkah. Beberapa mengambil handphone untuk memotret. Yang lain memilih menjaga jarak dan menonton dari kejauhan.
Kobaran api itu membubung kala Chef Tjing Man Lie memasukkan tahu yang sudah ditumbuk ke dalam penggorengan panas. Dia memperagakan cara mengolah tahu dengan teknik flambe. Flambe adalah salah satu teknik memasak dengan menyalakan api pada masakan.
Biasanya teknik itu menggunakan alkohol yang dituangkan ke masakan supaya api menyala di atasnya. Namun, saat praktik, Tjing tidak menggunakan alkohol. Api timbul dari percikan minyak goreng yang dipanaskan dengan api besar saat tahu dimasukkan. Flambe akan menimbulkan aroma sangit pada masakan. Selain itu, warna tahu yang digoreng lebih mengkilap dan berwarna.
Kompetisi memasak yang diikuti 15 peserta tersebut mengangkat tema Everything about Jawa Timur. Para peserta dibebaskan untuk membuat masakan yang Jawa Timur banget. Bahan dasarnya adalah tahu. ”Ciri masakan sini (Jawa Timur, Red) cenderung gurih dan tak terlalu manis,” ujar Chef Tjing. Ciri masakan seperti itu kerap disandingkan dengan makanan kaya protein tersebut.
Tahu, lanjut dia, bisa dimasak menjadi lauk dalam masakan maupun camilan. Saat dimasak untuk lauk, tekstur tahu sebaiknya lembut di dalam dan kering di luar. Tahu dengan tekstur seperti itu cocok untuk hampir semua masakan.
Sementara itu, jika tahu digunakan sebagai camilan, Indonesian Food Baking Instructor tersebut menyarankan untuk menyajikan tahu renyah. Caranya, panaskan minyak di atas api besar hingga mengeluarkan sedikit asap atau mencapai suhu 110 derajat Celsius. Kemudian, pasang api medium. Lalu, tahu yang sudah dibumbui dimasukkan ke penggorengan. Setelah itu, kecilkan api hingga tahu matang.
Kesalahan yang kerap ditemui saat menggoreng adalah memasukkan tahu ke minyak yang belum betul-betul panas. Hal itu membuat tahu menyerap banyak minyak dan cepat berair saat disajikan. ”Perlu diperhatikan, biasanya kebanyakan tahu yang dijual di pasar itu berasa asam. Supaya tidak asam, sebaiknya dikukus lebih dulu sebelum diolah,” tambahnya. (esa/c16/nda)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
