
Pecinta Kain Tenun Sedang Memilih Kain Tenun Asli
JawaPos.com - Kain nusantara memiliki banyak kekayaan motif dan teknik, salah satunya tenun. Namun jangan asal bangga mengaku pakai tenun, jika kain itu hanya tenun cetak meteran (printing). Pasalnya, kain-kain tenun cetak meteran hanya mematikan usaha para perajin tenun asli.
Sama halnya dengan batik tulis, tentu harganya jauh lebih mahal ketimbang batik printing atau batik cetak. Segala sesuatu yang dibuat langsung oleh tangan perajin (hand made), pasti selalu lebih mahal harganya. Tenun dan batik adalah sebuah teknik serta proses yang membutuhkan waktu yang lama.
“Tentu saja harganya lebih mahal, karena berbulan-bulan dan memakai warna-warna alam yang terbatas. Sedangkan untuk tenun printing pasti sangat murah karena pakai mesin dan pembuatannya dalam jumlah besar. Wajarlah untuk sesuatu yang asli pasti lebih mahal,” tegas Project Manager Switch Asia Hand Woven Textile, Miranda di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu malam (31/5).
Miranda meminta agar masyarakat harus mengerti dalam memeroleh edukasi seputar kain tradisional. Sehingga, Miranda meminta masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih kain.
“Tentu konsumen pasti cari yang lebih murah. Tetapi jangan sampai ada yang pakai tenun cetak lalu bilang saya pakai tenun lho. Ini yang masih jadi pekerjaan rumah untuk mengedukasi konsumen,” ungkapnya.
Miranda menilai tantangan yang dihadapi memang karena masalah harga. Harga tenun cetak meteran jauh lebih murah dan menggunakan mesin-mesin yang berasal dari Tiongkok. Miranda menjelaskan ke depan semestinya ada pelaku Usaha Kecil Menengah yang memersiapkan warna alam untuk kain tenun. Sehingga perajin tenun tak usah memikirkan lagi bagaimana membuat warna untuk kain.
“Ini bisa membuat proses pembuatan kain lebih cepat, menghemat waktu pengerjaan dan biaya produksi. Jadi warna sudah disiapkan oleh UKM lainnya, penenun tinggal menenun saja. Namun ini butuh teknologi dan standar. Barangkali harga kain tenun asli bisa agak lebih murah nantinya,” jelasnya. (cr1/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
