Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 April 2022 | 22.36 WIB

Kekayaan Kain Tenun dan Songket Kawin Lewat Koleksi Terbaru Mel Ahyar

Dengan menggandeng Rabbanin Project dan Cita Tenun Indonesia, Mel Ahyar meluncurkan koleksi Archipelago - Image

Dengan menggandeng Rabbanin Project dan Cita Tenun Indonesia, Mel Ahyar meluncurkan koleksi Archipelago

JawaPos.com - Indahnya kain wastra nusantara seperti tenun dan songket menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta fashion. Desainer Mel Ahyar kembali lagi mempersembahkaN keunikan kain nusantara dengan memadukan kombinasi 12 motif tenun dan songket se-Indonesia.

Dengan menggandeng Rabbanin Project dan Cita Tenun Indonesia, Mel Ahyar meluncurkan koleksi Archipelago 'Kawin Campur’ Lestarikan Kain Nusantara Indonesia. Pada koleksi ini Mel Ahyar mengawinkan beberapa motif tenun dari beragam suku Indonesia ke dalam satu rupa, untuk menyatukan dan melestarikan perbedaan tradisi dan budaya.

"Filosofi 'kawin campur' terinspirasi dari budaya pernikahan tempo dulu yang dinilai sebagai cara paling efektif dalam melestarikan perbedaan budaya dan menjalin keharmonisan," katanya kepada wartawan baru-baru ini.

Photo

Dengan menggandeng Rabbanin Project dan Cita Tenun Indonesia, Mel Ahyar meluncurkan koleksi Archipelago 'Kawin Campur’ Lestarikan Kain Nusantara Indonesia. (ISTIMEWA)

Ditambah lagi, menurut Mel Ahyar, motif tenun di berbagai penjuru Indonesia memiliki ciri khas dan karakter tersendiri. Ketika digabungkan dan diberikan twist dengan gaya siluet yang ekstra, potongan tegas, serta detil-detil buatan tangan khas Mel Ahyar akan menghasilkan kekuatan magis dari sisi seni dan budaya.

“Keragaman budaya Indonesia tak pernah putus memberikan inspirasi bagi desainer untuk berkarya. Perbedaan yang dipadukan dengan harmonis dapat melahirkan sebuah karya dan inovasi. Indonesia negara besar dan kaya budaya yang harus dilestarikan oleh generasi penerus, tentunya lewat karya-karya yang dapat mengharumkan nama bangsa,” ujar Mel Ahyar.

12 Ragam Motif Tenun dan Songket

Lebih lanjut Mel Ahyar menjelaskan, bahwa koleksi busana etnik kali ini berasal dari 12 motif tenun khas Indonesia. Apa saja?

Yakni tenun Garut, tenun Garut bulu, tenun Jawa, tenun Baduy, songket Bali, songket Bali alam, tenun NTT, tenun Manggarai, blongsong Palembang, tenun NTB, tenun Batubara dan tenun gedog Tuban. Keunikan motif tenun dari daerah-daerah ini pun mampu menonjolkan keragaman, kesatuan serta harmonisasi budaya Indonesia.

Photo

Dengan menggandeng Rabbanin Project dan Cita Tenun Indonesia, Mel Ahyar meluncurkan koleksi Archipelago 'Kawin Campur’ Lestarikan Kain Nusantara Indonesia. (ISTIMEWA)

Koleksi busana yang terdiri dari 18 luaran, 3 gaun panjang dan 4 kemeja ini pun turut memberdayakan artisan kain daerah binaan Cita Tenun Indonesia dalam misi untuk mengangkat nama budaya Indonesia. Cita Tenun Indonesia (CTI) yang didirikan pada 28 Agustus 2008 merupakan perkumpulan para pecinta Tenun yang memiliki tujuan melestarikan Tenun Nusantara sebagai warisan budaya tinggi (heritage).

Pengurus Cita Tenun Indonesia Bianca Lutfi, menyambut positif koleksi yang diluncurkan Mel Ahyar dan Rabbanin Project. Menurutnya koleksi ini merupakan terobosan yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan produk lokal serta kain nusantara tenun.

"Koleksi ini tidak hanya mampu melestarikan budaya dan memperkenalkannya ke mata dunia, namun membuka pintu rezeki bagi para artisan kain daerah di Indonesia," tutup Bianca.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore