
Panettone, roti manis ikonik natal dari italia yang penuh sejarah dan tradisi (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Natal di Italia hampir tak bisa dilepaskan dari kehadiran panettone. Roti manis bertekstur lembut ini bukan sekadar hidangan penutup, melainkan simbol perayaan, kebersamaan, dan tradisi yang diwariskan lintas generasi. Berasal dari Milan dan wilayah Italia utara, panettone kini telah menjadi sajian Natal yang dikenal luas di berbagai belahan dunia dengan identitas klasiknya sebagai roti fermentasi dengan aroma khas dan proses pembuatan yang penuh ketelitian.
Panettone, Ikon Natal dari Milan
Mengutip dari La Cucina Italiana, panettone dikenal sebagai hidangan penutup Natal paling ikonik dari Milan dan kawasan Italia utara. Meski awalnya bersifat regional, popularitas panettone kini telah menyebar ke seluruh Italia, bahkan ke berbagai negara lain. Panettone klasik memiliki adonan bertekstur halus dan seragam, berwarna kuning cerah, dengan isian kismis sultana serta potongan buah kering manisan. Saat pertama kali dipotong, panettone mengeluarkan aroma kuat perpaduan roti dan citrus yang langsung menggugah selera.
Seiring waktu, berbagai variasi modern pun bermunculan di pasaran, mulai dari panettone berisi krim, dilapisi cokelat, dipadukan dengan kastanye, hingga diberi aneka lapisan frosting. Meski demikian, panettone autentik pada dasarnya adalah adonan ragi dengan kismis dan buah manisan, bertekstur lembut, moist, dan ringan.
Asal-usul Panettone dan Perkembangannya
Melansir dari All Recipes, panettone kerap disebut sebagai kue Natal atau roti manis, namun bagi masyarakat Italia, panettone adalah roti. Catatan tertulis pertama mengenai panettone ditemukan dalam kamus Italia-Milan tahun 1839. Sementara itu, menurut sumber lain panettone telah lama dianggap sebagai khas Lombardy sejak abad ke-19. Buku masak seperti Nuovo cuoco milanese economico karya Giovanni Felice Luraschi pada 1853 menegaskan akar resep panettone yang kuat di sekitar wilayah Milan.
Italia sendiri memproduksi lebih dari 7.100 ton panettone setiap tahun, dengan sekitar 10 persen di antaranya diekspor ke luar negeri. Popularitas dan nilai budayanya yang tinggi membuat panettone menjadi sumber kebanggaan nasional. Bahkan, pada 2005, panettone resmi masuk dalam skema autentikasi di bawah hukum Italia untuk menjaga keaslian resep dan proses pembuatannya.
Selanjutnya, semakin banyak pembuat kue Italia mulai memproduksi panettone, meski prosesnya masih tergolong eksklusif dan dirahasiakan. Mengutip dari Food Unfolded, produksi besar terjadi pada awal abad ke-20, ketika revolusi industri menjangkau Italia utara. Pada 1919, dua pembuat roti asal Milan, Motta dan Alemagna, mulai memproduksi panettone secara massal, sekaligus menyebarkan tradisi Natal ini ke seluruh penjuru Italia.
Proses Pembuatan Panettone yang Penuh Ketelitian
Menurut Food Unfolded, panettone dibuat melalui proses panjang yang memakan waktu hingga tiga hari. Tahap awal dimulai dengan lievito madre atau adonan induk, yakni adonan fermentasi dari air dan tepung yang "diberi makan" secara berkala. Proses ini dilakukan berulang kali untuk memperkuat ragi alami agar mampu menghasilkan tekstur panettone yang ringan dan mengembang sempurna.
Pada hari kedua, adonan diperkaya dengan kuning telur dan mentega yang memberi warna keemasan serta rasa gurih. Adonan kemudian diuleni hingga membentuk jaringan gluten yang kuat, sebelum ditambahkan buah manisan dan kismis. Suhu dijaga secara ketat agar fermentasi berlangsung optimal. Menjelang malam, adonan dibagi, dibentuk dengan teknik khusus bernama pirlatura, lalu dimasukkan ke cetakan dan dibiarkan mengembang semalaman.
Hari ketiga menjadi tahap akhir, saat panettone mencapai volume maksimal. Permukaannya disayat membentuk tanda silang dalam proses yang disebut scarpatura, lalu diberi sedikit mentega sebelum dipanggang pada suhu tinggi. Setelah matang, panettone didinginkan dalam posisi terbalik selama beberapa jam untuk mencegah adonan hancur dan memastikan isian tersebar merata. Hasil akhirnya adalah panettone dengan tekstur lembut dan struktur sempurna.
Cara Menikmati Panettone ala Italia
Mengutip dari Carluccio's, masyarakat Italia menikmati panettone dengan berbagai cara selama musim perayaan, bahkan sepanjang tahun. Pada pagi hari, sepotong panettone kerap disantap sebagai sarapan ringan bersama espresso atau cappuccino, menghadirkan keseimbangan antara rasa manis dan pahit kopi. Sebagai hidangan penutup, panettone pun sering disajikan setelah makan besar, ditemani krim mascarpone atau zabaglione. Panettone juga dapat dipadukan dengan wine pencuci mulut khas Italia, seperti Moscato d'Asti atau Vin Santo dari Tuscany.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
