Casu Marzu, keju tradisional dari Sardinia, Italia, yang dibuat dengan larva lalat keju dan memiliki tekstur lembut serta aroma tajam (Dok. Great Italian Chefs)
JawaPos.com - Di antara ragam kuliner ekstrem dunia, nama Casu Marzu kembali menarik perhatian publik. Keju khas Sardinia ini dibuat melalui proses yang tidak biasa: potongan pecorino sardo dibiarkan terbuka agar lalat keju Piophila casei bertelur di dalamnya. Larva kemudian memakan bagian dalam keju, membuat teksturnya berubah menjadi sangat lembut dengan aroma yang kuat. Informasi mengenai proses tradisional ini dijelaskan oleh Encyclopedia Britannica, yang menempatkan Casu Marzu sebagai salah satu makanan paling unik dari Italia.
Namun, keunikan itu beriringan dengan kontroversi. Britannica juga mencatat bahwa Italia telah melarang peredaran dan penjualan Casu Marzu sejak 1962 karena produk tersebut dianggap tidak memenuhi standar kebersihan pangan modern. Aturan Uni Eropa turut memperkuat larangan ini, mengingat makanan yang mengandung organisme hidup dinilai memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan konsumen.
Kekhawatiran soal keselamatan pangan semakin ditegaskan oleh laporan Legal Clarity. Dalam kajian tersebut, larva yang masih hidup di dalam keju mempunyai kemungkinan bertahan melewati sistem pencernaan manusia dan menimbulkan investasi usus, suatu kondisi yang dapat menyebabkan gejala mulai dari nyeri perut hingga gangguan pencernaan lainnya. Selain itu, proses fermentasi yang dilakukan di ruang terbuka membuat Casu Marzu rentan terhadap kontaminasi bakteri.
Dari perspektif regulasi internasional, The Environmental Literacy Council menyebut bahwa produk semacam ini dikategorikan sebagai makanan yang "terkontaminasi" di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat. Karena alasan itu, impor dan distribusinya tidak diizinkan di berbagai wilayah.
Meski secara hukum dilarang, kisah Casu Marzu tidak berhenti begitu saja. Great Italian Chefs menggambarkan bagaimana sebagian masyarakat Sardinia tetap mempertahankan tradisi pembuatan keju ini dalam lingkup kecil. Biasanya keju hanya dibuat untuk konsumsi keluarga atau dijual secara tidak resmi. Bagi penduduk setempat, Casu Marzu bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.
Walaupun baunya menyengat dan penampilannya menantang, sejumlah pecinta kuliner menganggap Casu Marzu memiliki cita rasa yang intens dan khas. Great Italian Chefs menyebut bahwa keju ini sering dinikmati bersama roti tradisional dan anggur merah daerah, menjadikannya pengalaman gastronomi yang sumber unik bagi mereka yang berani mencoba.
Pada akhirnya, posisi Casu Marzu tetap berada di tengah tarik-menarik antara tradisi lama dan peraturan kesehatan modern. Walau tidak lagi berstatus legal, keju berlarva ini tetap menjadi bagian hidup dari budaya Sardinia dan terus mencuri perhatian dunia sebagai salah satu makanan paling ekstrim.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
