Keju Epoisses de Bourgogne dikenal dengan aroma tajamnya yang khas, namun teksturnya tetap lembut dan creamy, menjadikannya salah satu keju paling ikonik dari Prancis (Dok. Food Republic)
JawaPos.com - Keju Epoisses de Bourgogne kembali menjadi perbincangan di kalangan penikmat kuliner internasional, terutama karena karakter aromanya yang terkenal tajam namun menghadirkan rasa lembut dan kaya di bagian dalamnya. Keju berkulit oranye ini berasal dari kawasan Burgundy, Prancis, dan jejak pembuatannya sudah tercatat sejak era biara pada abad ke-16.
Menurut keterangan dari Academy of Cheese, tradisi pembuatan Epoisses sempat meredup selama masa perang, sebelum akhirnya kembali dihidupkan pada tahun 1956 oleh keluarga Berthaut nama yang kini identik dengan produksi Epoisses tradisional.
Keistimewaan Epoisses terutama muncul dari proses maturasinya yang tidak biasa. Kulit keju dicuci berulang kali dengan larutan garam dan Marc de Bourgogne, sejenis minuman keras lokal. Proses pencucian ini memungkinkan bakteri Brevibacterium linens berkembang secara aktif. Food Republic menjelaskan bahwa bakteri ini menghasilkan senyawa sulfur yang menyumbang aroma kuat, bau yang sering digambarkan sebagai "funky", "berbau kandang", atau menyerupai bau tubuh manusia. Inilah aspek yang membuat Epoisses masuk daftar keju paling beraroma ekstrim di dunia.
Namun, pengalaman menyantapnya jauh lebih kompleks daripada aromanya. Spiegato menuliskan bahwa tekstur bagian dalam Epoisses cenderung sangat lembut, bahkan dapat diciduk layaknya puding ketika mencapai tingkat kematangan sempurna. Rasa yang muncul sering digambarkan gurih, creamy, dengan sentuhan rasa daging yang halus, sesuatu yang bertolak belakang dengan kesan pertama dari baunya.
Daya tarik Epoisses tidak berhenti di aroma dan rasanya. Dalam ulasan The Francophone Collective, keju ini disebut memiliki status hampir "kultus" karena kombinasi antara sejarah panjang, metode produksi yang dijaga ketat, dan profil rasa yang tidak mudah ditemukan pada keju lain. Bagi banyak penggemar keju, Epoisses menawarkan pengalaman sensorik yang unik sebuah perjalanan antara aroma yang mengintimidasi dan rasa yang justru memanjakan lidah.
Dengan perlindungan AOC/PDO yang memastikan keaslian bahan dan teknik pembuatannya, Epoisses de Bourgogne terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu ikon kuliner Prancis. Keju ini tetap menjadi pilihan mereka yang ingin merasakan dunia keju Eropa secara lebih mendalam, terutama bagi pencari pengalaman gastronomi yang tidak biasa.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
