Cafe Barberadi Jalan Panglima Polim III, Nomor 116 Blok M, Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Jakarta Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com - Selama ini banyak orang bertanya-tanya apa kuncinya untuk sebuah sajian kopi yang enak? Apakah disajikan oleh barista, racikan ala Italia, atau jenis biji asal kopi itu sendiri?
Managing Director Cafe Barbera menuturkan, kunci kopi enak adalah dari cara roasting-nya dan bagaimana memadupadankan sehingga menemukan kopi yang sesuai selera.
"Kami bahkan mencampurkan tujuh jenis kopi dari Brasil, Kostarika, Kolumbia, dan Indonesia yang di-roasting secara individual satu per satu jenis kopi untuk menjadikan kopi yang enak. Tetapi perlu diingat bahwa kopi itu sangat personal dan subyektif," ungkap Elio saat peluncuran kembali Cafe Barbera di Jakarta Selatan baru-baru ini.
Elio menerangkan, Cafe Barbera yang didirikan oleh pendahulunya setia pada kopi-kopi dengan rasa yang enak. "Kopi ini di-roasting oleh ahlinya yang kemudian diberi julukan the magician of coffee. Itulah kenapa logo kami bergambar penyulap kopi kecil," kata Elio.
Menurut Elio menegaskan, Italia mempunyai tradisi menikmati kopi yang sangat tua. "Cara me-roasting kopi di Italia membuat kopi kami terkenal karena bisa memunculkan rasa lain yang unik misalnya dark chocolate. Kemudian Italia juga menjadi pengekspor kopi ke berbagai penjuru dunia. Kopi itulah yang kemudian menjadi ragam pilihan para pecintanya dalam bentuk espresso, americano, capuccino," tutur Elio yang merupakan generasi keenam pemilik bisnis Cafe Barbera itu.
Sejak enam bulan lalu, Cafe Barbera kembali hadir di Indonesia, khususnya di Jakarta Selatan. Kafe ini dikelola oleh pasangan suami istri, Ikhsan dan Yani Yuliana. Lokasinya di Jalan Panglima Polim III, Nomor 116 Blok M, Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Jakarta Selatan.
Secara waralaba, Cafe Barbera merupakan salah satu perusahaan kopi tertua di dunia. Sebelumnya pernah dibuka tujuh tahun lalu di sebuah mall di kawasan Jakarta Selatan. Kemudian terpaksa tutup pada saat pandemi Covid-19 melanda dunia.
"Akhirnya enam bulan lalu, kami sebagai pemegang master franchise Cafe Barbera menemukan tempat yang sangat strategis di Jakarta Selatan dan kemudian secara resmi kami luncurkan kembali baru-baru ini. Bertepatan dengan Elio Barbera yang punya waktu hadir di Indonesia," kata Yani mengawali perbincangan kepada wartawan.
Dalam berbisnis kafe dengan segmentasi kopi, Yani tidak terlalu risau. Dia percaya Cafe Barbera mempunyai segmen pecinta kopi tersendiri. Selain alasan waralaba ini sudah teruji dan berdiri sejak ratusan tahun lalu hingga kini sampai generasi keenam, Cafe Barbera punya brand yang kuat. Dengan hadirnya Cafe Barbera di banyak negara seperti UK, Dubai, Greek, Manila, dll.
"Selebihnya, di sini kami bisa punya ruang yang sangat nyaman untuk meeting, work from cafe, ruang pamer, seminar, juga pertemuan komunitas yang dielngkapi wifi. Ruang parkirnya juga luas dan tempatnya sungguh nyaman hingga bisa menampung 200 orang."
Menariknya ketika pengunjung datang, di Cafe Barbera aroma kopi terasa saat melalui pintu. semua serba berbau Italia, penggemar kopi bisa memilih espresso italiano, cappucino italiano, flat white, mocaccino atau bahkan pistachio latte.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
