Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 September 2025 | 13.30 WIB

Alasan Makanan di Luar Negeri Terasa Hambar bagi Lidah Orang Indonesia

Alasan Mengapa Makanan di Luar Negeri Terasa Hambar bagi Lidah Orang Indonesia. (Freepik) - Image

Alasan Mengapa Makanan di Luar Negeri Terasa Hambar bagi Lidah Orang Indonesia. (Freepik)

JawaPos.com - Bagi banyak orang Indonesia yang mencoba makanan di luar negeri, terutama di negara-negara Barat sering meninggalkan kesan bahwa rasanya hambar atau kurang 'nendang'. Padahal bukan hanya soal selera, melainkan perpaduan antara sejarah, budaya, hingga kondisi fisik dan lingkungan yang membentuk persepsi rasa.

Berikut beberapa alasan mengapa makanan luar negeri terasa lebih hambar dibanding makanan Indonesia.

1. Sejarah dan Budaya Rempah di Indonesia vs Barat
Penggunaan rempah bukanlah hal asing di Eropa, tetapi dulu lebih banyak berfungsi sebagai obat daripada sebagai bumbu penyedap makanan. Di Indonesia, rempah tumbuh subur, digunakan tiap hari dalam masakan rakyat, sehingga rasa kuat menjadi norma rasa.

Sementara di Eropa, rempah-rempah seperti cengkih, pala, dan lada dulu hanya diakses elite dan dipakai secara terbatas. Oleh karena itu, rempah di Eropa terbatas sehingga eksplorasi rasa tak begitu luas dan kuat. 

2. Filosofi Masak yang Berbeda
Masakan Barat seringkali lebih fokus pada menonjolkan rasa asli dari bahan baku seperti daging, ikan, sayur tanpa usaha besar untuk menyamarkan rasa bahan tersebut. Misalnya, metode memasak seperti grill, oven, atau panggang yang dipakai secara sederhana, bukan dipadu dengan banyak rempah dan sambal seperti di Indonesia.

Di sisi lain, di Nusantara, rasa kompleks (pedas, manis, asam, gurih) dianggap bagian dari kenikmatan makanan sehari-hari. Oleh karena itu, beberapa makanan Indonesia lebih terasa bumbu masakannya. 

3. Faktor Lingkungan dan Persepsi Fisiologis
Studi dari Universitas Cornell menunjukkan bahwa tingkat kebisingan yang tinggi bisa mengurangi persepsi terhadap rasa manis atau asin, tapi memperkuat rasa. Jadi jika lingkungan makannya ramai atau bising, kemungkinan besar makanan akan terasa kurang kuat rasanya. 

Selain kebisingan, ada suhu, kelembapan, dan tekanan udara yang juga memengaruhi indera penciuman dan pengecapan kita. Misalnya, di pesawat banyak orang menyebut makanan terasa hambar karena kondisi lingkungan (tekanan rendah, kelembapan rendah) meredam indera penciuman dan lidah.

4. Kebiasaan Sejak Dini dan Adaptasi Lidah
Orang yang sejak kecil terbiasa makan dengan rempah segar, sambal, bumbu tajam, biasanya punya toleransi tinggi terhadap rasa-rasa intens. Lidah dan indra penciuman mereka 'belajar' menerima dan mencari sensasi rasa yang kuat.

Sebaliknya, bila terbiasa dengan rasa sederhana (mungkin karena masakan rumah atau masakan cepat saji), sensasi rempah yang terlalu kuat justru bisa dirasa 'berlebihan'.

5. Kesalahpahaman Rasa, Bukan Selalu Karena Kurang Rempah
Sering juga terjadi bahwa makanan 'luar' itu memang dibuat sesuai dengan standar rasa lokal di negara itu, bukan standar Indonesia. Jadi makanan yang di sana terasa 'pas' bagi penduduk lokal, namun bisa terasa hambar bagi orang yang terbiasa dengan rasa kaya rempah.

Tingkat garam, penggunaan bumbu tajam, jumlah minyak atau sambal, semua ini disesuaikan agar cocok dengan selera lokal mereka. Bukan berarti makanan itu 'kurang enak' hanya berbeda standar rasa dan kekurangan rempah. 

Oleh karena itu, rasa hambar yang dirasakan bukanlah karena makanan tidak enak atau pembuatannya buruk, tapi karena banyak faktor, mulai dari budaya bumbu, sejarah, lingkungan, kebisingan, serta adaptasi lidah sejak kecil. 

Rasanya 'kuat' atau 'lembut' itu sangat relatif, tergantung dari apa yang sudah biasa dimakan dan apa yang dicari dalam rasa.

Chef Selebritas Vindy Lee pun pernah menyebutkan bahwa ada bumbu-bumbu yang menurutnya tidak bisa digantikan, jika ingin membuat masakan terasa otentik dan 'tidak hambar', seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore