
Ilustrasi margarin dan mentega. (Freepik)
JawaPos.com - Siapa yang sering mengira bahwa margarin dan mentega sama? Secara tampilan, margarin dan mentega memang tampak mirip, keduanya berwarna kuning dan teksturnya padat tapi mudah oles.
Namun, bila ditelusuri lebih jauh, asal-usul, kandungan, aroma, hingga manfaat keduanya berbeda signifikan. Dari segi tekstur dan warna, margarin biasanya lebih stabil pada suhu ruang, tidak mudah meleleh, dan warnanya cenderung lebih kuning terang.
Sedangkan mentega cepat meleleh jika tidak disimpan di tempat sejuk, warnanya lebih pucat, dan teksturnya lebih lembut saat disentuh. Berikut beberapa hal yang bisa Anda perhatikan untuk membedakan margarin dan mentega:
Mentega terbuat dari lemak hewani dan biasanya terbuat susu sapi, sedangkan margarin berasal dari lemak nabati seperti minyak kelapa sawit atau kedelai.
Jadi, untuk rasa dan aroma mentega punya nuansa susu yang khas, sedangkan margarin cenderung lebih netral dan kadang diberi perasa tambahan agar menyerupai mentega.
Margarin dibuat melalui proses kimia seperti hidrogenasi atau interesterifikasi, yang dapat membentuk lemak trans, jenis lemak yang sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas. Sedangkan mentega dihasilkan dari pemisahan krim susu yang dikocok hingga padat.
Dari segi gizi, margarin umumnya memiliki lebih banyak lemak tak jenuh dan dikenal lebih 'bersahabat' dengan kesehatan hati, meski beberapa jenis margarin padat masih mengandung lemak jenuh.
Sebaliknya, mentega kaya lemak jenuh dan kolesterol, meski begitu mentega juga mengandung vitamin alami seperti A, D, dan E.
Warna margarin lebih kuning pekat, sedangkan mentega cenderung berwarna kuning pucat . Mentega punya tekstur lembut dan mudah meleleh, sangat ideal untuk roti atau pastry.
Sementara margarin lebih stabil di suhu ruangan. Aromanya lebih netral dari mentega.
Dalam baking, mentega sering diutamakan karena memberikan rasa lebih kaya dan tekstur renyah khususnya untuk kue kering dan pastry. Sementara margarin, karena harganya lebih ekonomis dan tahan suhu, lebih banyak digunakan untuk tumisan atau kue basah.
Menurut Ahli Gizi Katherine Zeratsky yang dikutip dari artikel Jawapos.com pada 27 November 2023, margarin terutama yang jenis lunak atau cair lebih aman untuk kesehatan jantung karena kandungan lemak jenuh yang lebih rendah.
Ia menyarankan untuk memilih margarin dengan kandungan lemak jenuh di bawah 10 persen dan sedikit garam. Supaya aman dikonsumsi, baik mentega maupun margarin perlu diolah dan dimakan dalam jumlah bijak.
Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan kuliner dan kesehatan. Jika Anda ingin rasa autentik dan siap mengonsumsi seimbang, mentega lebih tepat. Namun, untuk opsi rendah lemak jenuh dan cocok bagi vegetarian atau mereka yang tekanan kolesterolnya perlu dikontrol, margarin lunak bisa jadi alternatif.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
