
Ilustrasi jamuan Vigilia di Natale yang menggambarkan tradisi Malam Natal di Italia. (Italy On This Day.)
JawaPos.com - Menjelang perayaan Natal, suasana hangat mulai terasa di berbagai penjuru Italia. Namun, berbeda dengan gambaran jamuan daging panggang yang kerap muncul dalam perayaan akhir tahun, masyarakat Italia justru menjalani Malam Natal dengan cara yang lebih sederhana dan sarat makna. Pada malam 24 Desember, yang dikenal sebagai Vigilia di Natale, keluarga-keluarga Italia berkumpul untuk menikmati hidangan berbasis ikan dan makanan laut, sementara konsumsi daging secara tradisional dihindari.
Tradisi Vigilia di Natale telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Italia dan dijalankan sebagai bentuk penghormatan menjelang hari raya Natal. Laman Italy On This Day mencatat bahwa malam ini sering disebut sebagai feast of the seven fishes, merujuk pada kebiasaan menyajikan beberapa jenis olahan ikan dalam satu jamuan. Meski jumlah hidangan tidak selalu sama di setiap keluarga, keberadaan makanan laut tetap menjadi unsur utama dalam perayaan tersebut.
Kebiasaan menghindari daging pada Malam Natal berakar dari ajaran Katolik yang menganjurkan praktik pantang menjelang hari raya besar keagamaan. Dalam konteks ini, ikan dan hasil laut dipilih sebagai alternatif yang sesuai dengan nilai religius tersebut. Euroclub Schools menjelaskan bahwa aturan pantang ini bukan semata soal jenis makanan, melainkan juga bagian dari refleksi spiritual sebelum memasuki perayaan kelahiran Yesus Kristus.
Makan malam Vigilia biasanya berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Berbagai hidangan ikan diolah dengan cara yang berbeda-beda, tergantung tradisi daerah dan resep keluarga masing-masing. Dari ikan panggang sederhana hingga pasta dengan saus seafood, setiap sajian mencerminkan kekayaan kuliner Italia yang sangat dipengaruhi oleh wilayah geografisnya. Euroclub Schools juga mencatat bahwa jamuan ini sering kali menjadi momen berkumpul lintas generasi, di mana nilai kebersamaan lebih diutamakan dibanding kemewahan hidangan.
Menurut EAS Italian, tradisi makan ikan pada Malam Natal merupakan salah satu kebiasaan Natal paling dikenal di Italia. Meski setiap daerah memiliki ciri khas perayaan masing-masing, Vigilia di Natale tetap menjadi simbol penting bagaimana masyarakat Italia memadukan nilai agama dengan budaya makan bersama. Tradisi ini tidak hanya bertahan di Italia, tetapi juga dibawa oleh diaspora Italia ke berbagai negara.
Lebih dari sekadar ritual makan, Vigilia di Natale mencerminkan cara masyarakat Italia memaknai Natal sebagai peristiwa spiritual sekaligus sosial. Di balik sajian ikan yang tersaji di meja makan, tersimpan pesan tentang kesederhanaan, penghormatan terhadap tradisi, dan pentingnya kebersamaan keluarga. Nilai-nilai inilah yang membuat Vigilia di Natale terus dipertahankan dan dirayakan hingga kini, meski zaman terus berubah. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022