
Chef Rahmat Kusnaedi dari Indonesia Pastry Alliance, saat menilai para baker muda peserta kompetisi. (Istimewa)
JawaPos.com-Kreativitas dan inovasi menjadi dua kunci utama yang wajib dimiliki seorang baker. Namun, kemampuan tersebut tidak hadir secara instan. Diperlukan proses belajar berkelanjutan serta keberanian untuk terus menantang diri sejak usia dini.
Potensi besar itu kini banyak dimiliki oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya jurusan Tata Boga. Sayangnya, belum semua bakat muda tersebut memiliki wadah yang mampu menghubungkan kreativitas mereka dengan kebutuhan nyata industri kuliner. Dari sinilah Bogasari Next Baker 2025 lahir.
Lebih dari sekadar kompetisi baking, Bogasari Next Baker 2025 dirancang sebagai sebuah gerakan untuk melahirkan generasi baker muda yang inovatif, adaptif, dan siap bersaing di dunia kuliner Indonesia. Ajang ini menjadi ruang bagi para siswa SMK untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus belajar langsung dari para profesional.
“Kami berharap dari sini muncul baker-baker muda yang mampu melahirkan inovasi dan memiliki daya saing kuat,” ujar Chef Rahmat Kusnaedi dari Indonesia Pastry Alliance, yang juga menjadi salah satu juri dalam Bogasari Next Baker 2025.
Dukungan penuh datang dari Baking Center (BBC), pusat pelatihan dan edukasi milik Bogasari. Melalui kompetisi ini, BBC menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga edukatif. Para peserta mendapatkan kesempatan mengikuti sekolah singkat berstandar nasional, dengan materi dan pendampingan langsung dari para ahli di bidangnya.
Bogasari Next Baker 2025 menyasar siswa dan siswi SMK Program Keahlian (PK) jurusan Tata Boga di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tak hanya siswa, ajang ini juga melibatkan guru, mentor, akademisi, komunitas kuliner, hingga calon pengusaha dan pelaku UMKM muda.
Kompetisi ini dibagi ke dalam tiga fase. Fase pertama berupa pendaftaran dan pengumpulan video (video submission) yang berlangsung pada 25 November hingga 5 Desember 2025. Selanjutnya, fase Best Region digelar pada 7, 8, dan 9 Desember 2025. Puncaknya, grand final berlangsung pada 12 Desember 2025.
Selain kemampuan berinovasi, para baker muda yang terlahir dari ajang ini juga dituntut untuk mampu membaca pasar. Adaptasi menjadi aspek penting agar produk yang dihasilkan tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dan memiliki nilai jual.
“Selain inovasi, para baker muda diharapkan mampu beradaptasi sehingga dapat menciptakan produk yang diterima pasar,” tambah Chef Rahmat Kusnaedi.
Melalui Bogasari Next Baker 2025, dunia kuliner Indonesia diharapkan akan kedatangan talenta-talenta baru yang siap membawa warna, ide segar, dan masa depan cerah bagi industri baking nasional. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
