Paratha, salah satu variasi paratha paling populer di India (Dok. The Times of India)
JawaPos.com - Paratha adalah salah satu makanan paling populer di India, dikenal luas sebagai roti pipih yang renyah di luar namun lembut di dalam. Lebih dari sekadar sarapan, paratha merepresentasikan perjalanan panjang kuliner India yang kaya akan rempah, tradisi, dan inovasi.
Dalam laporan NDTV Food, dijelaskan bahwa paratha hadir dalam berbagai bentuk dan rasa, mencerminkan identitas setiap daerah. Keberadaannya yang terus lestari membuat paratha tidak hanya sekadar santapan, tetapi juga warisan budaya yang menyimpan nilai historis.
Di India bagian utara, terutama Punjab, masyarakat kerap menyajikan aloo paratha atau paratha isi kentang yang dibumbui rempah. Sementara itu, di Delhi dikenal mooli paratha yang menggunakan lobak sebagai isian utama. Setiap isian paratha memiliki makna tersendiri yang mencerminkan gaya hidup dan kearifan lokal masyarakat. Variasi yang kaya ini memperlihatkan bahwa paratha bukan sekadar roti, melainkan narasi kuliner yang berkembang dari generasi ke generasi.
Tidak hanya soal isiannya, teknik pembuatan paratha juga menjadi daya tarik tersendiri. Adonan dasar yang terbuat dari tepung gandum dapat dipipihkan, diisi, kemudian dipanggang atau digoreng hingga kecokelatan. Proses sederhana ini justru menghasilkan variasi tak terbatas, mulai dari paratha polos tanpa isian hingga varian manis yang menggunakan gula atau jaggery. Fleksibilitas resep membuat paratha mampu menyesuaikan diri dengan selera setiap kalangan.
Salah satu varian yang paling terkenal adalah laccha paratha. Dengan lipatan berlapis-lapis, laccha paratha memiliki tekstur unik yang renyah di luar namun tetap lembut di dalam. Menurut ulasan The Times of India, teknik pelipatan adonan inilah yang menciptakan keistimewaan paratha jenis ini. Laccha paratha bukan hanya populer di restoran mewah, tetapi juga hadir dalam hidangan sehari-hari, membuktikan posisinya sebagai sajian yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.
Keberhasilan laccha paratha menunjukkan bahwa kreativitas kuliner dapat lahir dari eksperimen sederhana di dapur. Rahasia pembuatan laccha paratha terletak pada cara melipat adonan berkali-kali, yang kemudian dipanggang dengan sedikit minyak atau ghee. Inovasi ini menjadikan laccha paratha berbeda dari varian lain, dan perlahan menjadikannya ikon kuliner yang mudah dikenali di seluruh India.
Meski berakar kuat di India, paratha telah bertransformasi menjadi makanan lintas batas. Artikel dari New Indian Express menyoroti bagaimana paratha berkembang dengan berbagai nama di luar negeri, seperti parotta di India Selatan hingga prata di Singapura dan Malaysia. Migrasi masyarakat India dan diaspora yang luas membuat roti pipih ini menyebar ke berbagai negara, sehingga banyak orang di luar India pun mengenalnya.
Keunikan paratha dalam beradaptasi dengan budaya lokal membuatnya semakin populer di kancah global. Di Asia Tenggara, paratha sering disajikan dengan kari, sementara di Timur Tengah ia bisa disandingkan dengan hummus atau hidangan berbasis daging. Hal ini membuktikan bahwa paratha mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan identitas utamanya sebagai roti pipih India.
Selain aspek kulinernya, paratha juga menjadi simbol keterhubungan antarbudaya. Dari desa-desa kecil di Punjab hingga restoran modern di Singapura, paratha telah menjadi jembatan gastronomi yang memperkenalkan budaya India ke dunia. Perjalanan paratha yang mendunia tidak lepas dari peran diaspora India dalam membawa resep keluarga mereka ke negara-negara tujuan.
Kini, paratha bukan lagi sekadar menu sarapan tradisional. Ia hadir di restoran bintang lima, kafe kontemporer, hingga gerai makanan jalanan di berbagai belahan dunia. Paratha bahkan menjadi daya tarik wisata kuliner, di mana banyak turis mencari pengalaman autentik menyantap roti pipih ini langsung dari dapur India. Hal ini memperlihatkan peran paratha dalam memperkaya identitas kuliner global.
Dengan sejarah panjang, keragaman bentuk, dan daya tarik lintas budaya, paratha telah membuktikan dirinya sebagai lebih dari sekadar makanan. Terlihat jelas bagaimana paratha berkembang dari makanan rumah tangga sederhana menjadi ikon kuliner internasional. Dari tangan ibu rumah tangga hingga koki profesional, paratha tetap hidup sebagai simbol kreativitas, identitas, dan persatuan budaya melalui makanan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
