Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Mei 2026 | 17.46 WIB

Ethereum Hari Ini di USD 2.120, Volatilitas Ambles ke Titik Terendah: Siap Rally atau Jebol Lagi?

Ilustrasi ethereum yang terus menunjukkan tren positif. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi ethereum yang terus menunjukkan tren positif. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Ethereum memasuki fase yang sering membuat trader waspada: market terlihat tenang, tetapi justru menyimpan potensi ledakan volatilitas besar. Setelah beberapa pekan bergerak melemah, ETH kini berada di area krusial yang bisa menentukan arah pergerakan untuk beberapa minggu ke depan. Bagi trader teknikal, kondisi seperti ini sering menjadi fase “calm before the storm.”

Dikutip dari BeInCrypto, Rabu (27/5), Ethereum diperdagangkan di USD 2.120 atau sekitar Rp 37,8 juta dengan kurs Rp 17.850. ETH sebelumnya kehilangan support penting setelah keluar dari ascending parallel channel dan turun di bawah level Fibonacci retracement 0.236 pada USD 2.140.

Kini market terbelah. Sebagian melihat peluang rebound, sebagian lain menilai seller masih memegang kendali.

Volatilitas ETH di Level Terendah, Biasanya Tak Bertahan Lama

Salah satu indikator yang jadi sorotan adalah Bollinger Band Width Percentile, yang kini menyentuh level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Dalam market kripto, kondisi ini biasanya menandakan volatilitas sedang “dikompresi” dan bersiap meledak.

Masalahnya, ledakan itu bisa ke dua arah.

Secara historis, kondisi volatilitas serendah ini jarang bertahan lebih dari dua pekan. Itu sebabnya trader kini memantau area support dan resistance dengan sangat ketat.

Chart 4 Jam: Bear Masih Unggul

Di timeframe 4 jam, Ethereum masih bergerak dalam descending parallel channel sejak 26 April. Saat artikel ini ditulis, ETH berada di USD 2.122 dan mencoba menguji garis tengah channel dari bawah.

Secara teknikal, jika ETH berhasil breakout dari area ini, jalur menuju USD 2.230 (Rp 39,8 juta) akan terbuka. Level ini sekaligus menjadi resistance atas channel yang sedang membatasi pergerakan harga.

Namun ada satu masalah: volume.

Setiap upaya rebound sejauh ini terjadi dengan volume yang terus mengecil. RSI (Relative Strength Index) juga hanya berada di sekitar 55, level netral yang sebelumnya beberapa kali gagal mendukung rebound.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore