
Ilustrasi Solana. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Solana menunjukkan tanda-tanda ketahanan di tengah gejolak pasar Kripto yang belum stabil. Meski sempat mencoba pulih, tekanan jual dari investor jangka menengah membuat kekuatan jangka pendeknya diragukan. Namun, pola teknikal memberi harapan bahwa Solana masih bisa bangkit jika momentum pasar kembali berpihak.
Dikutip dari BeInCrypto, Rabu (22/10), data on-chain HODL Waves menunjukkan tren menarik di kalangan investor Solana. Pemegang jangka menengah, yakni mereka yang menyimpan SOL selama tiga hingga enam bulan, mulai mengurangi kepemilikannya secara konsisten.
Pasokan dari kelompok ini turun 1,7% hanya dalam bulan Oktober, menandakan banyak investor yang melepas tokennya di tengah ketidakpastian pasar.
Lebih jauh lagi, pasokan dari pemegang enam hingga dua belas bulan tidak meningkat. Artinya, koin-koin tersebut tidak beralih menjadi aset jangka panjang, melainkan benar-benar dijual. Pola ini menunjukkan meningkatnya keraguan dan menambah tekanan jual pada harga Solana.
Menurut metrik HODL Cave, aksi jual tersebut tidak didorong oleh ambisi meraih untung, melainkan oleh ketakutan. “Imbal hasil median untuk pemegang tiga hingga enam bulan hanya sekitar 1,14 kali hingga 1,4 kali, menandakan adanya aksi jual panik ketimbang keluar strategis,” tulis laporan BeInCrypto.
Banyak investor tampak ingin mengamankan keuntungan kecil atau meminimalkan potensi kerugian saat harga bergejolak. Perilaku ini biasanya muncul di fase pasar yang penuh ketidakpastian. Jika sentimen hati-hati ini terus berlanjut, potensi kenaikan harga Solana bisa tertahan dalam waktu dekat.
Saat berita ini ditulis, harga Solana berada di sekitar USD 184 atau sekitar Rp 3,03 juta, bertahan di atas level support penting di USD 183 (sekitar Rp 3,02 juta). Altcoin ini tampak membentuk pola flag pattern, formasi teknikal yang sering dikaitkan dengan potensi bullish breakout.
Setelah sempat jatuh keluar dari pola ini pasca koreksi besar, Solana berhasil menguji dan memvalidasi kembali area tersebut. Untuk memastikan terjadinya breakout yang jelas, Solana perlu memantul dari garis tren bawah atau menembus level USD 192 (sekitar Rp 3,17 juta).
Jika gagal mempertahankan tekanan beli, harga bisa turun di bawah USD 175 (sekitar Rp 2,89 juta) bahkan menuju USD 163 (sekitar Rp 2,68 juta), yang akan membatalkan pola bullish-nya.
Sebaliknya, jika Solana berhasil menembus USD 192 dan melampaui batas psikologis USD 200 (sekitar Rp 3,3 juta), momentum baru bisa terbentuk. Aksi ini berpotensi mendorong harga menuju USD 250 atau sekitar Rp 4,12 juta. Namun, para investor tetap disarankan berhati-hati mengingat kondisi pasar Kripto yang masih rapuh.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
