Ilustrasi harga bitcoin yang terus naik. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Setelah seminggu penuh gejolak, pasar Bitcoin akhirnya menunjukkan tanda-tanda stabil. Aset digital terbesar di dunia itu sempat anjlok hingga USD 103.000 atau sekitar Rp 1,7 miliar per koin pada Jumat (10/10), turun tajam sebesar 15 persen hanya dalam hitungan jam dan menghapus miliaran dolar nilai pasar.
Dikutip dari Bitcoinist, Selasa (14/10), penurunan mendadak ini memicu likuidasi massal di berbagai bursa Kripto dan memaksa banyak posisi leverage tertutup paksa. Namun, para analis melihat sisi positif dari turbulensi ini. Mereka menilai, aksi jual besar-besaran itu justru menjadi “reset pasar” yang bisa membuka jalan bagi rebound yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Laporan terbaru dari CryptoQuant menyebut peristiwa ini sebagai salah satu reset pasar paling besar dalam sejarah Bitcoin. Data menunjukkan nilai open interest di pasar berjangka anjlok USD 12 miliar, dari USD 47 miliar menjadi USD 35 miliar, atau setara penurunan Rp 198 triliun.
Penurunan tajam tersebut menandakan terjadinya deleverage besar-besaran, ketika spekulan berisiko tinggi dipaksa keluar dari pasar. Menurut para analis, kondisi seperti ini biasanya menjadi awal dari struktur pasar yang lebih sehat. “Spekulasi berlebihan telah keluar dari sistem, dan pasar kini lebih siap untuk pertumbuhan yang berkelanjutan,” tulis laporan itu.
Selain itu, tingkat pendanaan (funding rates) yang sempat negatif saat kepanikan terjadi kini kembali ke level positif moderat. Hal ini menandakan sentimen pelaku pasar mulai stabil dan tekanan jual mereda.
Indikator lain yang diawasi analis adalah Bitcoin Stablecoin Supply Ratio (SSR), yang kini turun ke level terendah sejak April 2025. Penurunan ini berarti likuiditas stablecoin meningkat signifikan dibanding kapitalisasi pasar Bitcoin, tanda bahwa banyak dana segar sedang menunggu untuk masuk kembali ke pasar.
Secara historis, kondisi seperti ini kerap terjadi sebelum fase akumulasi, di mana investor mulai membeli kembali setelah aksi jual ekstrem. “Lonjakan likuiditas stablecoin setelah crash besar biasanya mendahului pemulihan harga,” tulis CryptoQuant.
Setelah sempat jatuh ke Rp 1,7 miliar pada Jumat lalu, Bitcoin kini mulai memantul ke kisaran USD 115.000 atau sekitar Rp 1,9 miliar per koin. Grafik harian menunjukkan adanya pembelian di area permintaan penting, tepat di atas rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average), level yang sering menjadi penentu arah jangka panjang.
Meski begitu, harga Bitcoin masih tertahan di bawah zona resisten USD 117.500 atau sekitar Rp 1,94 miliar, yang sebelumnya menjadi area support kuat. Para analis menilai, kenaikan di atas level ini bisa membuka jalan menuju USD 120.000 (Rp 1,98 miliar) bahkan USD 125.000 (Rp 2,06 miliar) dalam waktu dekat.
Namun, jika Bitcoin gagal bertahan di atas USD 112.000 (Rp 1,85 miliar), tekanan jual bisa kembali meningkat dan menguji area USD 108.000 (Rp 1,78 miliar).
Meski volatilitas masih tinggi, para pengamat menilai bahwa struktur pasar kini jauh lebih sehat. Kombinasi antara penurunan leverage, stabilisasi sentimen, dan meningkatnya likuiditas stablecoin bisa menjadi fondasi untuk tren kenaikan jangka menengah.
“Setiap kali pasar mengalami kapitulasi seperti ini, hasil akhirnya biasanya adalah fondasi baru untuk pertumbuhan yang lebih kuat,” tulis laporan CryptoQuant.
Dengan kondisi yang mulai stabil, banyak investor kini menunggu konfirmasi bahwa fase pemulihan benar-benar dimulai. Jika arus dana baru terus mengalir dan sentimen membaik, Bitcoin bisa memasuki siklus kenaikan berikutnya lebih cepat dari yang diperkirakan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
