Ilustrasi Solana. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Solana mendapat sorotan positif dari kalangan keuangan global setelah Chief Investment Officer (CIO) Bitwise, Matt Hougan, menyebut jaringan ini berpotensi menjadi tulang punggung baru bagi Wall Street untuk transaksi stablecoin dan aset keuangan digital.
Dikutip dari Bitcoinist, Senin (6/10), Hougan menilai keunggulan Solana terletak pada kecepatan dan efisiensi transaksi yang semakin menarik minat institusi besar.
“Kecepatan penyelesaian transaksi di Solana kini meningkat dari sekitar 400 mikrodetik menjadi 150 mikrodetik,” ujarnya dalam perbincangan dengan Akshay Rajan dari Solana Labs pada 2 Oktober.
Menurut Hougan, kecepatan seperti ini sangat penting bagi pelaku pasar institusional yang terbiasa bekerja dengan penyelesaian transaksi cepat dan presisi tinggi.
Meski mendapat pujian, Solana masih memiliki jalan panjang untuk menandingi Ethereum sebagai jaringan terbesar bagi stablecoin.
Berdasarkan data on-chain yang dikutip Bitcoinist, total pasokan stablecoin di Solana saat ini sekitar USD 14 miliar atau setara Rp 232,4 triliun. Angka itu baru mencakup sekitar 4,5 persen dari total pasar stablecoin global.
Sebaliknya, Ethereum masih memegang kendali dengan nilai sekitar USD 173 miliar atau Rp 2.871,8 triliun, mencakup hampir 60 persen dari seluruh pasar stablecoin di blockchain. Jika digabungkan dengan jaringan turunan seperti Arbitrum, Base, dan Polygon, dominasi Ethereum bahkan mencapai 65 persen.
AJ Warner, Chief Strategic Officer dari Offchain Labs, yang berada di ekosistem Ethereum, menilai dominasi itu bukan hanya soal ukuran pasar, tetapi juga kedalaman ekosistem. “EVM masih menjadi tempat paling logis untuk meluncurkan stablecoin baru karena dukungan pengembang dan integrasi yang luas,” katanya.
Meski memuji Solana, Bitwise tetap berhati-hati. Perusahaan manajer aset tersebut diketahui mengelola Bitwise Physical Solana ETP dengan nilai kelolaan sekitar USD 30 juta atau Rp 498 miliar.
Jumlah itu masih jauh dibanding produk berbasis Bitcoin atau Ethereum, namun langkah ini menjadi sinyal bahwa Bitwise mulai memberi ruang bagi investor institusi untuk mendapatkan eksposur ke SOL lewat produk investasi yang lebih formal.
Bagi Hougan, perubahan persepsi lembaga keuangan terhadap Solana menunjukkan arah baru di dunia kripto. “Jika kecepatan dan efisiensi Solana berhasil meyakinkan para bankir yang dulu skeptis terhadap aset digital, maka mahkota stablecoin Wall Street bisa saja berpindah tangan dari Ethereum,” ujarnya.
Transformasi Solana dari jaringan eksperimental menjadi kandidat utama infrastruktur keuangan digital mencerminkan seberapa cepat industri kripto berkembang ketika performa bertemu kebutuhan pasar.
Kini, dengan dukungan institusi seperti Bitwise dan rencana ekspansi ke produk ETF, Solana berada di ambang babak baru: peluang untuk mengubah cara Wall Street mengelola uang digital.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
