Ilustrasi harga Bitcoin yang terus naik. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Setelah September yang lesu, Bitcoin kembali menunjukkan taringnya. Dalam sepekan terakhir, harga BTC melonjak 12,14 persen dan berhasil menghapus seluruh kerugian bulan sebelumnya. Kenaikan ini menandai kembalinya optimisme pasar terhadap kemungkinan dimulainya fase bull run baru.
Dikutip dari BeInCrypto, Senin (6/10), Bitcoin kini diperdagangkan di kisaran USD 125.500 atau sekitar Rp 2,08 miliar per koin. Reli ini terjadi seiring meningkatnya keyakinan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan FOMC akhir Oktober.
Pemicu utama kenaikan harga Bitcoin adalah government shutdown di Amerika Serikat yang dimulai Rabu tengah malam waktu setempat. Shutdown ini membuat pemerintah tidak bisa menggunakan anggarannya, termasuk untuk membayar gaji pegawai negeri dan membiayai program publik.
Ketidakpastian ini membuat pasar menilai The Fed tidak punya banyak ruang untuk tetap agresif. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga pada Oktober melonjak dari 89 persen menjadi 98 persen hanya dalam sehari setelah shutdown diumumkan.
Sebelum peristiwa itu, Bitcoin masih berada di level USD 112.000 atau Rp 1,86 miliar. Namun tak lama kemudian, harga langsung menanjak tajam.
Faktor lain yang mendorong reli Bitcoin adalah data tenaga kerja Amerika Serikat yang melemah. Laporan ADP Employment untuk September menunjukkan penurunan 32.000 pekerjaan sektor swasta, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 50.000 pekerjaan.
Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS sedang melambat. Pasar kini memperkirakan empat kali pemangkasan suku bunga tambahan hingga Juni tahun depan. Jika itu terjadi, likuiditas akan meningkat dan mendukung harga aset berisiko seperti kripto.
Menariknya, Partai Republik juga berencana melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap jumlah pegawai federal. Jika terealisasi, tingkat pengangguran yang kini 4,3 persen bisa naik signifikan, sehingga menambah tekanan bagi The Fed untuk terus melonggarkan kebijakan moneternya.
Tak hanya dari Amerika Serikat, faktor global juga ikut berperan. Di Jepang, terpilihnya Sanae Takaichi sebagai presiden Partai Demokrat Liberal menandakan perubahan arah kebijakan ekonomi. Ia diperkirakan akan melonggarkan kebijakan moneter dan melemahkan yen, berbeda dengan pendahulunya Fumio Kishida yang cenderung menaikkan suku bunga.
Kebijakan baru ini membuat investor beralih ke aset berdenominasi dolar dan kripto, memperkuat reli Bitcoin hingga menyentuh rekor tertinggi baru di akhir pekan lalu.
Meski reli kuat, pasar tetap waspada. Departemen Keuangan AS akan melelang obligasi jangka pendek senilai USD 249 miliar pada awal pekan ini. Jika permintaan tinggi, likuiditas jangka pendek di pasar bisa menurun sementara.
Selain itu, pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada Kamis mendatang juga akan menjadi sorotan. Investor menunggu konfirmasi bahwa bank sentral benar-benar siap melonggarkan kebijakan moneternya.
Untuk saat ini, sentimen tetap positif. Dengan kenaikan lebih dari 10 persen hanya dalam tiga hari, banyak analis menilai Bitcoin sedang berada di awal babak baru. Jika The Fed benar-benar memangkas suku bunga pada akhir bulan ini, reli bisa berlanjut lebih jauh, memperkuat keyakinan bahwa bull run sudah kembali.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
