Ilustrasi bitcoin yang sedang "tertidur" karena tidak ada pergerakan market yang signifikan. (Dhimas Ginanjar/Dall-E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan pasar kripto global, setelah sempat menyentuh level USD 116.689 atau sekitar Rp 1,91 miliar, sebelum akhirnya kembali turun dan diperdagangkan di kisaran USD 115.051 atau Rp 1,89 miliar per Selasa (16/9).
Kapitalisasi pasar aset digital ini tercatat sebesar USD 2,29 triliun atau sekitar Rp 37.630 triliun dengan volume perdagangan harian mencapai USD 39,26 miliar (Rp 644 triliun).
Meskipun tren jangka panjang masih menunjukkan kecenderungan bullish, harga Bitcoin kini berada dalam fase konsolidasi yang cukup ketat. Sepanjang 24 jam terakhir, pergerakannya hanya berfluktuasi antara USD 114.790 (Rp 1,86 miliar) hingga USD 116.689 (Rp 1,91 miliar).
Pada grafik harian, Bitcoin tengah membentuk pola higher high dan higher low, menandakan uptrend jangka pendek masih terbentuk. Level support penting kini berada di rentang USD 112.000–113.000 (Rp 1,82 miliar–Rp 1,84 miliar) yang sebelumnya terbukti mampu menarik minat beli.
Namun, zona resistance kuat muncul di kisaran USD 116.000–117.500 (Rp 1,89 miliar–Rp 1,90 miliar) yang sejauh ini belum berhasil ditembus secara konsisten.
"Penutupan harian di atas USD 117.000 akan membuka peluang menuju target berikutnya di USD 120.000, atau sekitar Rp 1,97 miliar," tulis analis dalam laporan News.Bitcoin.
Sebaliknya, jika harga turun dan menembus USD 110.000 (Rp 1,81 miliar), struktur tren naik ini bisa batal dan mengembalikan sentimen bearish.
Pada grafik 4 jam, Bitcoin berada dalam fase sideways dengan rentang sempit antara USD 110.768 dan USD 116.805. Volume perdagangan yang cenderung mengecil menunjukkan pasar masih menunggu katalis kuat untuk keluar dari pola konsolidasi ini.
Yang menjadi perhatian adalah pola “flat top” yang terbentuk di dekat resistance, yang biasanya mendahului breakout ke atas—asal volume mendukung. Namun, jika tekanan jual meningkat, kemungkinan koreksi ke area USD 114.000 (Rp 1,87 miliar) tetap terbuka.
Sementara itu, grafik 1 jam menunjukkan pola double top kecil usai harga tertolak di USD 116.700 (Rp 1,91 miliar). Penurunan cepat hingga USD 114.600 (Rp 1,87 miliar) menunjukkan tekanan jual yang mulai terbentuk.
Apabila harga gagal kembali menembus USD 115.500 (Rp 1,89 miliar), potensi penurunan lanjutan ke USD 113.000 (Rp 1,85 miliar) terbuka lebar.
Sinyal teknikal dari indikator momentum tampak campur aduk. Indeks RSI berada di level 56 (netral), Stochastic di angka 85 (netral cenderung overbought), sementara indikator CCI berada di angka 123, mengindikasikan potensi kondisi negatif. Namun, indikator MACD dan pergerakan rata-rata (moving averages) masih memberikan sinyal bullish.
EMA (Exponential Moving Averages) untuk 10, 20, 30, 50, 100, hingga 200 periode semuanya masih berada di bawah harga saat ini, dengan kisaran dari USD 114.133 hingga USD 105.287 (Rp 1,87 miliar–Rp 1,71 miliar). Begitu pula dengan SMA (Simple Moving Average) yang mengindikasikan dukungan kuat dari investor jangka menengah dan panjang.
Sementara itu, ADX (Average Directional Index) berada di angka 18, menunjukkan tren saat ini belum cukup kuat untuk dikonfirmasi, baik naik maupun turun.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
