Ilustrasi whale bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall-E)
JawaPos.com – Harga Bitcoin sedang berada dalam fase konsolidasi ketat, tertahan di kisaran USD 110.000 hingga USD 116.000 atau sekitar Rp 1,78 miliar hingga Rp 1,89 miliar. Namun di balik pergerakan harga yang stagnan, investor besar justru bergerak agresif.
Dikutip dari Bitcoinist, Sabtu (13/9), alamat wallet kripto yang dikenal sebagai "sharks", pemilik antara 100 hingga 1.000 BTC, telah menambah 65.000 Bitcoin hanya dalam tujuh hari terakhir. Dengan kurs USD 1 = Rp 16.450, akumulasi ini bernilai sekitar Rp 122,4 triliun.
Aksi beli besar-besaran ini mendorong total kepemilikan kelompok shark menjadi 3,65 juta BTC, level tertinggi sepanjang sejarah. Artinya, ketika investor kecil masih bingung masuk atau keluar pasar, pemain besar sudah mulai mengunci posisi.
Laporan dari CryptoQuant dan XWIN Finance menyebutkan bahwa pasar sedang mengalami supply squeeze, atau penyusutan pasokan Bitcoin yang tersedia di pasar.
Indikator Long-Term Holder (LTH) Net Position Change menunjukkan lonjakan positif selama 30 hari terakhir. Ini berarti pemegang lama aktif menambah kepemilikan alih-alih menjual. “Koin berpindah ke tangan yang kuat,” tulis laporan itu.
Di saat bersamaan, Exchange Netflow alias arus masuk dan keluar BTC dari bursa menunjukkan tren keluar yang signifikan. Investor lebih memilih menyimpan Bitcoin di dompet dingin ketimbang membiarkannya di bursa untuk ditradingkan.
Kombinasi antara akumulasi whale, sinyal LTH positif, dan penarikan besar dari bursa menunjukkan bahwa pasokan Bitcoin di pasar terbuka makin terbatas. Bila permintaan tiba-tiba melonjak, harga bisa terdorong naik cepat karena tak banyak Bitcoin yang tersedia untuk dibeli.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 115.019 atau sekitar Rp 1,89 miliar. Harga ini sudah berhasil merebut kembali level Simple Moving Average (SMA) 50 hari di USD 114.562 (Rp 1,88 miliar), dan SMA 100 hari di USD 112.323 (Rp 1,85 miliar) yang kini menjadi support kuat.
Secara teknikal, tantangan berikutnya ada di zona USD 116.000–USD 118.000 atau sekitar Rp 1,91 miliar. Jika berhasil menembusnya, Bitcoin berpeluang menuju resistensi besar di USD 123.217 atau setara Rp 2,02 miliar, yang menjadi penanda fase baru bull run.
Sebaliknya, bila harga tergelincir di bawah USD 112.000 (Rp 1,84 miliar), pasar bisa kembali menyentuh level psikologis USD 110.000 atau Rp 1,81 miliar. Namun, selama Bitcoin bertahan di atas USD 114.000 (Rp 1,87 miliar), peluang bullish masih terbuka.
Situasi saat ini menunjukkan dinamika yang menarik: investor jangka panjang justru percaya diri dan membeli dalam jumlah besar saat harga sideways, sedangkan trader jangka pendek terlihat ragu.
Kondisi ini bisa menjadi sinyal awal bahwa fase akumulasi besar sedang berlangsung. Jika tren ini berlanjut, pasar kripto bisa bersiap menghadapi fase berikutnya yang lebih volatil — dan mungkin, lebih menguntungkan bagi mereka yang sudah lebih dulu masuk.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
