Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 16.37 WIB

Bitcoin Bertahan di Rp 1,84 Miliar, Nasdaq Tembus Rekor Tertinggi

Ilustrasi harga bitcoin yang terus naik. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi harga bitcoin yang terus naik. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Bitcoin berhasil mencatatkan kenaikan kecil pada awal pekan ini. Namun sorotan investor lebih tertuju ke pasar saham Amerika Serikat, terutama indeks Nasdaq yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan intraday, Senin (9/9) waktu Indonesia.

Nasdaq Composite melonjak ke level 21.885,62, menandai performa luar biasa saham teknologi tahun ini. Lonjakan ini dipimpin oleh dua raksasa chip kecerdasan buatan, Broadcom dan Nvidia, yang kembali memicu reli saham teknologi. Tak ketinggalan, perusahaan besar seperti Microsoft dan Meta juga turut mencatatkan kenaikan harga saham.

Sementara itu, Bitcoin diperdagangkan di level USD 112.244,75 atau sekitar Rp 1,84 miliar (kurs Rp 16.450 per USD). Kenaikan ini setara dengan 1,04 persen dalam 24 jam terakhir dan 3,22 persen secara mingguan menurut data Coinmarketcap. Meski begitu, Bitcoin masih tertinggal cukup jauh dari rekor tertingginya bulan lalu yang menyentuh USD 124.457,12 atau setara Rp 2,04 miliar.

Kenaikan di pasar saham ini menarik karena terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirilis pekan lalu menunjukkan pelemahan signifikan. Namun, berbeda dengan saham teknologi yang justru meroket, Bitcoin justru sempat tertekan oleh laporan tersebut.

Para analis menilai, pasar kripto saat ini lebih sensitif terhadap prospek pemangkasan suku bunga dan kekhawatiran makroekonomi, sedangkan pasar saham, khususnya sektor teknologi, lebih digerakkan oleh euforia kecerdasan buatan dan kinerja korporat.

Salah satu faktor pendorong pasar saham adalah perusahaan seperti Broadcom, yang meski kerap tertutupi oleh dominasi Nvidia, telah berkembang pesat sejak merger dengan Avago Technologies pada 2016. Kini, kapitalisasi pasar Broadcom telah melampaui USD 1,6 triliun, berdasarkan data dari Companiesmarketcap.com.

Volume Perdagangan Bitcoin Naik Pasca-Akhir Pekan

Secara teknikal, pergerakan Bitcoin sejak kemarin cenderung mendatar, bergerak di rentang antara USD 110.630,61 hingga USD 112.869,24. Meski demikian, volume perdagangan harian melonjak 61,13 persen menjadi USD 39,27 miliar, didorong oleh peningkatan aktivitas setelah akhir pekan.

Kapitalisasi pasar Bitcoin pun naik tipis 1,1 persen menjadi USD 2,23 triliun, atau sekitar Rp 36,69 kuadriliun. Namun dominasi Bitcoin di pasar kripto justru turun menjadi 58,38 persen, berkurang 0,17 persen dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini bisa menandakan minat investor mulai bergeser ke altcoin.

Dalam pasar derivatif, total open interest Bitcoin naik 3,56 persen menjadi USD 81,77 miliar, menurut data Coinglass. Sementara itu, total likuidasi posisi selama 24 jam terakhir mencapai USD 29,39 juta, terdiri dari USD 23,21 juta short dan USD 6,18 juta long.

Kenaikan harga diikuti oleh dominasi likuidasi short menunjukkan bahwa banyak trader yang bertaruh harga Bitcoin turun justru ‘terjebak’ saat pasar mulai pulih perlahan.

Menanti Data Inflasi Pekan Ini

Fokus investor minggu ini akan tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) yang dijadwalkan keluar dalam beberapa hari ke depan. Data ini sangat penting untuk menilai langkah The Fed dalam pertemuan Selasa (17/9) mendatang.

Jika inflasi terbukti tetap tinggi, The Fed bisa saja menahan atau menunda pemangkasan suku bunga. Namun jika data CPI melemah, maka peluang pemangkasan akan semakin besar, dan ini bisa menjadi katalis positif bagi Bitcoin maupun pasar aset berisiko lainnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore