
ILUSTRASI. Stablecoin. (BitCompare)
JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji kemungkinan penerapan stablecoin berbasis rupiah sebagai instrumen pembayaran digital.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menjelaskan bahwa rencana ini masih berada dalam tahap regulatory sandbox, yakni uji coba terbatas untuk menilai potensi sekaligus risiko suatu inovasi keuangan sebelum diatur lebih luas.
Menurutnya, setiap pengembangan aset digital harus berbasis di Indonesia, baik dari sisi proyek maupun produk, agar sejalan dengan kepentingan nasional.
Lantas, apa sebenarnya stablecoin?
Diulas dari berbagai sumber, stablecoin berbeda dengan mata uang kripto populer seperti Bitcoin atau Ethereum dan lainnya yang harganya sangat fluktuatif, stablecoin dirancang agar nilainya tetap stabil.
Kestabilan ini dicapai dengan cara mematok nilai stablecoin pada aset tertentu, misalnya mata uang fiat seperti dolar AS atau bahkan rupiah, maupun komoditas seperti emas.
Dengan mekanisme ini, satu stablecoin yang mengikuti dolar AS umumnya bernilai sama dengan satu dolar. Atau 1:1.
Stablecoin sendiri mulai diperkenalkan pada 2014 dan sejak itu semakin banyak digunakan karena menawarkan kecepatan dan keamanan transaksi blockchain tanpa gejolak harga yang ekstrem.
Awalnya stablecoin dimanfaatkan untuk membeli aset kripto lain di bursa yang tidak menyediakan pasangan mata uang fiat, tetapi kini penggunaannya berkembang lebih luas.
Stablecoin sudah dipakai untuk layanan pinjaman digital, sarana penyimpanan aset yang relatif aman, hingga transaksi pembayaran barang dan jasa.
Bagi Indonesia, kajian terhadap stablecoin rupiah dapat membuka peluang besar. Selain memperkuat ekosistem pembayaran digital dalam negeri, instrumen ini bisa mengurangi ketergantungan pada mata uang asing dalam transaksi kripto serta menjadi jembatan antara inovasi blockchain dan stabilitas moneter nasional.
Meski demikian, OJK menegaskan bahwa proses kajian masih berlangsung dan perlindungan konsumen tetap menjadi prioritas utama sebelum stablecoin rupiah benar-benar diterapkan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
