Ilustrasi harga bitcoin yang naik. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Bitcoin kembali mencetak rekor baru. Harga aset kripto terbesar di dunia itu menembus USD 121.242 atau setara Rp 1,96 miliar, menurut data Coindesk, Minggu (13/7) sore.
Sepanjang tahun 2025, Bitcoin telah menguat 28 persen di tengah ketidakpastian global akibat kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi kebijakan proteksionis Trump yang berencana mengenakan tarif 30 persen terhadap impor dari Uni Eropa dan Meksiko mulai 1 Agustus, dan ekspektasi inflasi yang kembali memanas di Amerika Serikat.
Data inflasi bulan Juni yang akan dirilis pekan ini diperkirakan menunjukkan kenaikan harga konsumen sebesar 0,25 persen secara bulanan, atau 2,6 persen secara tahunan.
Meski inflasi bisa menahan langkah penurunan suku bunga oleh The Fed, sejumlah analis melihat Bitcoin tetap berada dalam tren positif.
“Kita akhirnya menembus level tertinggi baru. Ini mengonfirmasi bahwa koreksi ke USD 96.000 akhir Juni adalah bagian dari gelombang lanjutan menuju target USD 136.000,” kata John Glover, CEO Ledn, dikutip Coindesk, Senin (14/7).
Menurut Glover, target USD 136.000 (sekitar Rp 2,2 miliar) berpotensi tercapai lebih cepat dari perkiraan awal, bahkan bisa terjadi sebelum akhir tahun ini.
Sementara itu, reli Bitcoin juga berdampak pada pasar altcoin. Dalam 24 jam terakhir, dua koin besar di luar BTC yakni XLM dan HBAR, mencatatkan lonjakan masing-masing sebesar 22 persen dan 27 persen terhadap Dolar. Harga XLM sempat menyentuh USD 0,4815 atau sekitar Rp 7.800, sementara HBAR menembus USD 0,2516 atau setara Rp 4.070.
Menurut analis kripto Rekt Capital, lonjakan HBAR sejalan dengan siklus harga tahun 2021. Ia menilai pola ini membuka peluang breakout lanjutan setelah koreksi kecil.
“Jika penurunan dominasi Bitcoin sebesar 2,5 persen saja bisa mendorong altcoin sebesar ini, bayangkan jika dominasi BTC turun lebih dalam,” tulisnya di X.
Artinya, jika kapitalisasi pasar mulai beralih dari Bitcoin ke altcoin, gelombang berikutnya dalam reli kripto bisa terjadi di luar BTC. Kapitalisasi pasar total kripto pun telah menembus USD 3,62 triliun atau lebih dari Rp 58.700 triliun, mencerminkan euforia investor yang kembali masuk ke pasar.
Meski demikian, investor tetap disarankan untuk berhati-hati menjelang rilis data inflasi Amerika. Ketidakpastian makroekonomi masih menjadi faktor penentu pergerakan jangka pendek. Namun dalam jangka menengah, prospek regulasi positif di Amerika dan aliran dana dari institusi besar menjadi fondasi kuat bagi tren bullish Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
