Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Maret 2025 | 23.45 WIB

Di KTT Kripto, Michael Saylor Usul AS Kuasai 25 Persen Bitcoin di Dunia

 

Michael Saylor. (michael.com)

JawaPos.com – Michael Saylor, pendiri MicoroStrategy, mengusulkan strategi ambisius yang bisa menciptakan hingga USD 100 triliun (sekitar Rp 1.620 kuadriliun) dalam satu dekade jika Amerika Serikat mengadopsi kebijakan kripto yang lebih proaktif.

Dalam KTT Kripto, ia menegaskan bahwa dengan regulasi yang jelas, dukungan terhadap inovasi, serta akuisisi Bitcoin yang strategis, AS bisa memperkuat posisinya sebagai pemimpin ekonomi global.

"Pemerintah harus mendorong dan mendukung bank besar untuk menyimpan, memperdagangkan, dan mendanai aset Bitcoin. Debanking industri kripto tidak boleh ditoleransi," tegas Saylor dalam pidatonya, seperti dikutip dari CoinDesk.

Saylor memaparkan empat kategori aset digital yang harus dikelola dengan baik agar kripto dapat diintegrasikan dalam sistem keuangan tradisional tanpa mengganggu stabilitas ekonomi:

  1. Token Digital – Untuk mendukung inovasi dan penciptaan modal.
  2. Sekuritas Digital – Untuk meningkatkan efisiensi pasar.
  3. Mata Uang Digital – Untuk memperkuat dominasi dolar AS dalam perdagangan global.
  4. Komoditas Digital (Bitcoin) – Untuk perlindungan kekayaan jangka panjang.

Menurut Saylor, taksonomi ini akan mengurangi ketidakpastian regulasi dan membuka akses lebih luas bagi bisnis di AS untuk berkembang di sektor digital.

"Jika pemerintah menghapus pembatasan terhadap kripto, perusahaan-perusahaan AS dapat lebih cepat mengakses pasar modal sambil tetap menjaga dolar sebagai mata uang utama perdagangan dunia," ujarnya.

Bitcoin Reserve AS: 25% Bitcoin Global dalam Genggaman?

Bagian paling ambisius dari strategi Saylor adalah pembentukan cadangan Bitcoin nasional. Ia mengusulkan agar AS secara bertahap membeli 5%-25% dari total pasokan Bitcoin dunia pada 2035, dengan pembelian terprogram untuk menghindari volatilitas harga.

Jika skenario ini berjalan sesuai rencana, Saylor memproyeksikan bahwa pada 2045, cadangan Bitcoin AS dapat menghasilkan nilai antara USD 16 triliun hingga USD 81 triliun (sekitar Rp 259,2 kuadriliun hingga Rp 1.312,2 kuadriliun), yang dapat menjadi solusi untuk mengurangi utang nasional AS.

Strategi ini didasarkan pada pengalaman Strategy sendiri, yang telah menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan perusahaan sejak 2020. Saat ini, perusahaan tersebut telah membeli 499.096 BTC, yang nilainya terus meningkat seiring waktu.

Dukungan Trump dan Masa Depan Bitcoin di AS

Usulan Saylor sejalan dengan kebijakan Presiden Donald Trump, yang baru-baru ini menegaskan bahwa AS tidak akan lagi menjual Bitcoin hasil sitaan dan akan menjadikannya sebagai aset strategis nasional.

Dukungan Trump terhadap industri kripto juga tercermin dalam kebijakan pemerintahannya yang mulai melonggarkan regulasi dan menghentikan pendekatan ketat yang diterapkan di era Biden.

"Kami merasa seperti pionir," kata Trump dalam KTT Kripto Gedung Putih, menunjukkan optimisme terhadap peran Bitcoin dan aset digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi AS.

Meskipun masih ada tantangan dalam implementasi strategi ini, usulan Saylor menambah bobot pada narasi bahwa Bitcoin bukan hanya aset spekulatif, melainkan dapat menjadi fondasi baru bagi sistem keuangan AS di masa depan.

Kini, pertanyaannya adalah, apakah pemerintah AS akan benar-benar mengadopsi strategi Bitcoin ini, ataukah ini hanya akan menjadi wacana ambisius tanpa realisasi konkret?

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore