Ilustrasi harga Bitcoin yang terus naik. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pasar kripto kembali menunjukkan tanda-tanda optimisme pada Senin (10/11), seiring kabar bahwa kebuntuan politik Amerika Serikat yang telah berlangsung 40 hari akan segera berakhir. Harapan akan berakhirnya government shutdown membuat trader Bitcoin kembali bertaruh bahwa sejarah akan berulang, seperti yang terjadi setelah krisis politik serupa pada 2019.
Dikutip dari Beincrypto, Senin (10/11), Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 105 ribu setelah naik hampir 3% dalam satu jam terakhir. Lonjakan ini terjadi setelah akhir pekan yang relatif tenang, di mana perhatian pasar kini beralih ke platform X (Twitter) yang ramai dengan kabar bahwa Senat Amerika Serikat siap melakukan pemungutan suara untuk mengakhiri shutdown terpanjang dalam sejarah negara itu.
Shutdown ini telah membuat sekitar 750.000 pegawai federal dirumahkan dan melumpuhkan berbagai layanan penting, mulai dari taman nasional hingga sektor penerbangan. Menurut laporan TradFi Media yang dikutip Beincrypto, sedikitnya sepuluh senator dari Partai Demokrat siap mendukung rancangan undang-undang pendanaan jangka pendek untuk membuka kembali pemerintahan. Pemungutan suara bahkan bisa dilakukan “malam ini waktu setempat,” tulis analis pasar Walter Bloomberg.
Paket pendanaan baru tersebut diperkirakan akan mendanai operasi pemerintah hingga 30 Januari 2026, membuka jalan bagi pemulihan kegiatan ekonomi yang sempat tertahan.
Di media sosial, analis dan trader kripto ramai membandingkan situasi saat ini dengan peristiwa serupa pada 2019, ketika Bitcoin melonjak lebih dari 300% dalam lima bulan setelah pemerintahan Amerika Serikat kembali dibuka. “Terakhir kali shutdown berakhir, Bitcoin rally lima bulan dan naik lebih dari 300%,” tulis analis Ash Crypto di akun X.
Sentimen yang sama disuarakan oleh Max Crypto, yang menilai pola historis ini bisa memberi “trigger psikologis” bagi pelaku pasar. Namun, sejumlah analis mengingatkan bahwa korelasi antara pembukaan kembali pemerintahan dan kenaikan harga Bitcoin bisa jadi hanya bersifat kebetulan, bukan sebab-akibat langsung.
Secara historis, pada penutupan pemerintahan tahun 2018–2019, harga Bitcoin sempat jatuh dari USD 4.014 ke USD 3.600 sebelum akhirnya rebound. Dalam beberapa pekan berikutnya, pasar mencatat tujuh candle hijau berturut-turut, tanda awal dari uptrend besar yang menandai berakhirnya crypto winter.
“Meski shutdown bukan penyebab utama, momentum politik itu menjadi katalis sentimen yang kuat,” tulis Beincrypto.
Kondisi saat ini menunjukkan dinamika serupa. Likuiditas Amerika Serikat masih ketat, sementara Federal Reserve tetap berhati-hati terhadap pelonggaran suku bunga. Artinya, arah pergerakan Bitcoin ke depan akan lebih ditentukan oleh sinyal moneter daripada drama politik di Washington.
Namun begitu, para trader melihat berita soal shutdown sebagai pemicu makro jangka pendek yang bisa memindahkan arus modal sementara ke pasar kripto. Optimisme ini terlihat dari lonjakan open interest Bitcoin yang bertambah sekitar USD 700 juta (Rp 11,69 triliun).
Di sisi lain, kenaikan tajam funding rate menandakan bahwa banyak trader baru membuka posisi long menggunakan leverage tinggi. kondisi yang sering kali berakhir dengan likuidasi besar-besaran saat harga berbalik arah. “Biasanya skenario seperti ini tidak berakhir baik,” kata analis Ted mengingatkan.
Pasar kini menunggu hasil pemungutan suara di Senat yang berpotensi mengakhiri shutdown pada hari ini. Jika pemerintahan benar-benar dibuka kembali, pekan ini akan menjadi ujian apakah sejarah rally Bitcoin benar-benar akan berulang, atau hanya menjadi relief bounce singkat di tengah ketidakpastian makro global.
Satu hal pasti, volatilitas kembali menjadi sahabat lama trader kripto.
Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi seputar perkembangan pasar kripto. Bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. Aset digital memiliki risiko tinggi, pastikan Anda memahami risikonya sebelum berinvestasi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
