Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 November 2025 | 18.50 WIB

Market Panik! Kapitalisasi Kripto Lenyap Rp 4.768 Triliun, Bitcoin dan Saham Kompak Runtuh

 

Ilustrasi harga Bitcoin yang anjlok atau bearish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Sentimen pasar global kembali bergejolak pada Rabu (5/11), setelah kekhawatiran terhadap valuasi kecerdasan buatan (AI) dan tekanan makroekonomi memicu aksi jual besar-besaran di seluruh pasar. Tak hanya saham di Amerika Serikat, aset digital pun ikut terpuruk, dengan kapitalisasi pasar kripto anjlok Rp 4.768 triliun dalam waktu kurang dari 24 jam.

Dikutip dari news.bitcoin, Rabu (5/11), nilai pasar kripto global kehilangan sekitar USD 289 miliar (Rp 4.768 triliun dengan kurs Rp 16.500 per USD). Bitcoin, yang sempat menjadi primadona bulan lalu dengan rekor harga di atas USD 126.000 (Rp 2,08 miliar), sempat jatuh ke level USD 98.995 (Rp 1,63 miliar) per koin di bursa sebelum rebound ke USD 102.049. Penurunan ini membuat Bitcoin turun lebih dari 6% dalam 24 jam dan sekitar 20% dari level tertingginya di Oktober.

Sementara itu, pasar saham di Amerika Serikat juga babak belur. Indeks Nasdaq anjlok 486 poin ke posisi 23.348, sedangkan Dow Jones turun 251 poin menjadi 47.085. S&P 500 pun ikut melemah 80 poin ke 6.771. Tak kurang dari USD 730 miliar (Rp 12.045 triliun) kapitalisasi pasar saham Amerika menguap hanya dalam satu sesi perdagangan.

Yang menarik, logam mulia yang biasanya jadi “safe haven” juga ikut terpukul. Harga emas turun 1,66% ke USD 3.933 (Rp 64,9 juta) per ons, sementara perak terkoreksi 1,98% ke USD 47,05 (Rp 776 ribu) per ons. Platinum dan palladium pun tak luput dari tekanan. “Bahkan aset lindung nilai pun ambil cuti hari ini,” tulis news.bitcoin.

Sektor saham kripto juga menjadi korban. Saham perusahaan penambang Bitcoin merosot tajam, dipimpin oleh Hut 8 yang anjlok 12,52% ke USD 48,11 (Rp 793 ribu). Riot Platforms, Terawulf, dan Cleanspark masing-masing turun sekitar 6,8%.

Marathon Digital dan Bitdeer juga melemah lebih dari 6%, sementara IREN dan Cipher terkoreksi tipis sekitar 1%. “Lantai tambang Bitcoin hari ini benar-benar berubah jadi ladang ranjau,” tulis laporan itu.

Bursa aset kripto pun tak luput. Saham Coinbase anjlok 6,99%, MicroStrategy (MSTR) turun 6,68%, dan Circle Internet Group kehilangan 5,61%. Bursa Bullish juga terseret 8,97%. ETF Bitcoin spot seperti IBIT milik BlackRock bahkan jatuh lebih dari 5% sebelum penutupan pasar. Dari blue chip hingga blockchain, semua sektor tampak rontok serentak saat investor berlari mencari perlindungan.

Sentimen investor kini bergeser tajam dari greed ke fear. Banyak trader menutup posisi leverage mereka di tengah lonjakan volatilitas. “Volatilitas baru saja mengingatkan siapa bosnya,” tulis laporan itu menggambarkan kondisi pasar yang kembali liar.

Sejumlah analis memperkirakan, koreksi ini masih bisa berlanjut jika tekanan makro, terutama dari sektor teknologi dan AI, belum mereda. Indikator RSI (Relative Strength Index) Bitcoin kini mendekati area oversold, menandakan potensi pantulan jangka pendek, meski tekanan jual masih dominan.

Pasar kripto pun bersiap menghadapi pekan penuh ketidakpastian, di mana faktor sentimen global dan aksi whale akan menentukan arah berikutnya.

Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi seputar perkembangan pasar kripto. Bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. Aset digital memiliki risiko tinggi, pastikan Anda memahami risikonya sebelum berinvestasi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore