Ilustrasi harga Bitcoin (BTC) yang turun. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga Bitcoin (BTC) kembali jatuh ke bawah batas psikologis USD 100.000 (sekitar Rp 1,65 miliar) untuk pertama kalinya sejak Juni 2025. Dikutip JawaPos.com dari CoinMarketCap, Rabu (5/11), harga Bitcoin sempat menyentuh titik terendah intraday di USD 99.908 (Rp 1,65 miliar), sebelum akhirnya rebound tipis ke sekitar USD 100.977 (Rp 1,67 miliar) dan kini di USD 102.138.
Penurunan ini menandai terjunnya Bitcoin lebih dari 20% dari puncak harga Oktober di USD 126.296 (Rp 2,08 miliar). Ini menunjukkan tekanan besar di pasar kripto yang semakin dipicu oleh aksi likuidasi leverage besar-besaran serta ketidakpastian makro global.
Pergerakan tajam Bitcoin terjadi bersamaan dengan Ethereum (ETH) yang juga mencatat penurunan harian terbesar dalam beberapa bulan terakhir hingga membuat performanya negatif sepanjang 2025.
Penurunan harga ini juga bertepatan dengan berlangsungnya pemilihan wali kota New York di Amerika Serikat, menambah ketidakpastian di pasar saat aktivitas perdagangan melemah.
“Penurunan ke bawah USD 100.000 hanya berlangsung sesaat, namun cukup untuk mengguncang psikologi pasar,” tulis BeInCrypto.
Menurut para analis, kejatuhan ini menghapuskan leverage berlebihan di pasar derivatif kripto, menciptakan ruang bagi stabilisasi jangka pendek, namun juga membuka potensi volatilitas lebih lanjut dalam beberapa minggu mendatang.
Meski pasar tampak panik, sejumlah analis justru melihat peluang di tengah tekanan jual. Analis Joao Wedson menyebut area USD 100.000–USD 101.000 (Rp 1,65–Rp 1,67 miliar) bisa menjadi zona akumulasi menarik bagi investor jangka menengah, tergantung dari bagaimana fase harga Bitcoin berkembang ke depan.
“Konsolidasi di area ini bisa menandai pembersihan pasar sebelum tren baru dimulai, tapi jika gagal bertahan, tekanan bisa berlanjut lebih dalam,” ujarnya, dikutip dari BeInCrypto.
Namun, tidak semua pandangan optimistis. Beberapa analis berbasis Elliott Wave Theory memperkirakan fase bear market bisa berlangsung hingga akhir 2026, menandakan potensi periode tekanan panjang bagi Bitcoin.
Di pasar prediksi Kalshi, sejumlah trader bertaruh bahwa Bitcoin masih bisa turun lebih dalam, bahkan menembus di bawah USD 80.000 (Rp 1,32 miliar) dalam beberapa bulan mendatang.
Pandangan pesimistis ini memperkuat narasi bahwa pasar kripto belum keluar dari fase penyesuaian pasca reli besar sepanjang pertengahan tahun.
Kejatuhan Bitcoin terjadi tak lama setelah Ethereum (ETH) juga resmi mencatat performa tahunan negatif. ETH yang memulai tahun di sekitar USD 3.353 (Rp 55,3 juta) kini melemah lebih dari 7% dalam sehari, menandai penurunan harian tertajam dalam beberapa bulan terakhir.
Situasi ini mempertegas bahwa seluruh pasar kripto tengah berada dalam fase konsolidasi mendalam, dengan tekanan besar terhadap aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum.
Dengan harga Bitcoin kini masih berjuang di kisaran USD 100.000 (Rp 1,65 miliar), pasar menanti apakah level psikologis ini akan menjadi benteng terakhir untuk rebound, atau justru awal dari penurunan lanjutan menuju Rp 1,32 miliar seperti yang diprediksi sebagian pelaku pasar.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
