
Ilustrasi harga Bitcoin yang anjlok atau bearish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Gelombang besar likuidasi melanda pasar kripto global setelah harga Bitcoin (BTC) anjlok tajam dari USD 112.000 ke bawah USD 106.000 atau dari sekitar Rp 1,85 miliar ke Rp 1,74 miliar. Menurut laporan CoinDesk, Selasa (4/11), peristiwa ini menghapus lebih dari USD 1,27 miliar (Rp 21 triliun) posisi berleverage dalam waktu kurang dari 24 jam.
Dari jumlah tersebut, trader long (mereka yang bertaruh harga akan naik) menanggung kerugian terbesar. Hampir 90% dari total posisi yang terlikuidasi, senilai USD 1,14 miliar (Rp 18,8 triliun), berasal dari posisi bullish yang terpaksa ditutup otomatis karena margin tidak mencukupi.
Data dari CoinGlass menunjukkan lonjakan likuidasi ini merupakan yang terbesar dalam beberapa pekan terakhir. Sementara trader short hanya kehilangan sekitar USD 128 juta (Rp 2,1 triliun), posisi long menjadi korban utama akibat penolakan harga Bitcoin di atas USD 113.000 (Rp 1,86 miliar).
Proses likuidasi di bursa derivatif kripto terjadi secara otomatis ketika posisi berleverage tidak lagi memenuhi batas margin minimum. Saat harga bergerak berlawanan dengan arah posisi trader, sistem bursa akan menutup posisi secara paksa dengan menjual aset tersebut ke pasar terbuka.
“Lonjakan likuidasi besar seperti ini sering kali menjadi sinyal kapitulasi jangka pendek, di mana pasar menghapus leverage berlebihan sebelum memulai fase stabilisasi baru,” tulis CoinDesk.
Bursa Hyperliquid memimpin dalam jumlah likuidasi, mencatat USD 374 juta (Rp 6,17 triliun) posisi paksa, 98% di antaranya posisi long. Disusul oleh Bybit dengan USD 315 juta (Rp 5,2 triliun) dan Binance dengan USD 250 juta (Rp 4,1 triliun).
Likuidasi tunggal terbesar terjadi di bursa HTX, di mana posisi BTC-USDT long senilai USD 33,95 juta (Rp 560 miliar) ditutup paksa.
Menurut analis, struktur order book yang tipis di sebagian besar bursa memperburuk penurunan harga. Penurunan cepat ini diperparah oleh aktivitas jual berantai (cascading liquidations) yang terjadi selama jam perdagangan dengan likuiditas rendah.
Bukan hanya Bitcoin, Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) juga mengalami tekanan besar. Total likuidasi di dua aset tersebut melampaui USD 300 juta (Rp 4,95 triliun). Sementara sebagian besar altcoin lainnya ikut melemah di tengah merosotnya minat spekulatif dan risiko leverage tinggi.
“Kondisi ini menunjukkan pasar sedang mengalami fase pembersihan, di mana leverage berlebihan dikurangi dan pelaku pasar spot mulai mengambil alih posisi,” tulis laporan CoinDesk.
Meskipun gelombang likuidasi ini bisa menjadi momen “reset” bagi pasar, analis memperingatkan bahwa volatilitas kemungkinan masih berlanjut. Open interest di pasar derivatif tetap tinggi di sekitar USD 30 miliar (Rp 495 triliun), sementara funding rate baru sedikit melonggar.
Trader kini bersikap lebih hati-hati menjelang keputusan suku bunga The Federal Reserve akhir pekan ini, yang bisa menentukan arah pasar selanjutnya.
Untuk saat ini, Bitcoin masih berjuang bertahan di kisaran USD 106.000 (Rp 1,74 miliar). Jika tekanan jual berlanjut, analis memperkirakan potensi penurunan ke USD 103.500 (Rp 1,7 miliar) sebelum muncul sinyal pembalikan yang lebih kuat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
