Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 19.42 WIB

Bitcoin Mesin Kekayaan, 145 Ribu Orang Jadi Miliuner Baru

Ilustrasi Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Fenomena kekayaan digital terus mendunia. Jumlah miliuner kripto global melonjak 40 persen, menjadi 241.700 orang per pertengahan 2025.

Laporan Crypto Wealth Report 2025 yang dirilis Henley & Partners menyebut Bitcoin sebagai pendorong utama kenaikan ini, seiring valuasi pasar aset digital yang telah menembus USD 3,3 triliun atau sekitar Rp 54.931 triliun.

Khusus dari Bitcoin saja, jumlah orang yang memiliki kekayaan lebih dari USD 1 juta melonjak 70 persen secara tahunan, mencapai 145.100 orang.

Itu artinya, sekitar 60 persen miliuner kripto berasal dari Bitcoin, termasuk 450 centimiliuner (orang yang memiliki aset di atas USD 100 juta atau Rp 1,66 triliun).

Laporan ini juga menyebutkan munculnya 36 miliarder kripto, dengan 17 di antaranya mengandalkan Bitcoin sebagai aset utama mereka. Artinya, Bitcoin kini bukan hanya instrumen investasi spekulatif, melainkan telah berubah menjadi alat simpan kekayaan dan jaminan aset.

“Bitcoin kini bukan lagi sekadar investasi, tapi mulai menjadi mata uang dasar untuk perlindungan kekayaan,” kata Philipp A. Baumann, pendiri Z22 Technologies, dikutip Kamis (24/9).

Total pengguna kripto global saat ini diperkirakan mencapai 590 juta orang, atau 7,4 persen dari populasi dunia. Angka ini naik 5 persen dari tahun lalu. Dari jumlah itu, pemilik Bitcoin mencapai 295 juta orang, naik 7 persen dibanding tahun lalu.

Meski begitu, dalam konteks global, populasi miliuner kripto masih sangat kecil. UBS dalam Global Wealth Report menyebut total miliuner dunia mencapai 60 juta orang, artinya miliuner kripto baru mewakili 0,4 persen dari seluruh populasi miliuner global.

Negara Paling Ramah Kripto

Henley & Partners juga merilis Crypto Adoption Index, yang menilai negara berdasarkan regulasi, infrastruktur, dan adopsi publik. Singapura, Hong Kong, dan Amerika Serikat berada di posisi teratas.

  • Singapura dan Australia unggul dari sisi regulasi.

  • Monako dan Uni Emirat Arab jadi paling ramah pajak.

  • Amerika Serikat unggul dalam adopsi publik.

  • Hong Kong unggul di sisi infrastruktur.

  • Singapura menonjol dalam hal inovasi.

  • Editor: Dhimas Ginanjar
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore