Michael Saylor. (michael.com)
JawaPos.com – Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian pasar keuangan dunia, kali ini bukan karena lonjakan harga semata, melainkan lewat pernyataan tajam dari Michael Saylor. Chairman eksekutif MicroStrategy itu menyatakan bahwa investasi perusahaannya di Bitcoin memberikan imbal hasil yang jauh lebih tinggi dibandingkan saham raksasa teknologi sekelas Apple, Amazon, hingga Nvidia.
Dikutip dari Bitcoinist, Senin (15/9), Saylor membeberkan bahwa MicroStrategy kini memiliki total 638.460 Bitcoin setelah baru-baru ini membeli tambahan 1.955 BTC dengan harga rata-rata USD 111.196 atau sekitar Rp 1,82 miliar per keping.
Secara keseluruhan, MicroStrategy telah menggelontorkan dana sebesar USD 47 miliar atau sekitar Rp 773,1 triliun untuk membangun portofolio Bitcoinnya. Harga rata-rata pembelian mereka berada di level USD 73.880, setara Rp 1,2 miliar.
Kini, berdasarkan harga pasar per Jumat (13/9) lalu, nilai total BTC yang dimiliki perusahaan ini melonjak menjadi sekitar USD 71 miliar atau Rp 1.167 triliun.
“Strategi neraca kami terbukti lebih menguntungkan dibanding saham teknologi mana pun,” klaim Saylor di akun X miliknya. Pernyataan ini sekaligus menantang dominasi para ‘Magnificent 7’—yakni tujuh saham teknologi terbesar di Wall Street.
Data yang dibagikan Saylor juga memperlihatkan bahwa performa tahunan MicroStrategy mencapai 91 persen. Sebagai perbandingan, Nvidia ‘hanya’ mencetak 72 persen, Tesla 32 persen, Alphabet 26 persen, dan Meta 23 persen. Sementara itu, Apple, Microsoft, dan Amazon tercatat memberikan return tahunan yang jauh lebih rendah.
Saylor juga menunjukkan grafik open interest versus market capitalization, di mana MicroStrategy mencetak angka 100 persen. Tesla berada di posisi kedua dengan 26 persen, sedangkan enam saham lainnya berada di bawah angka tersebut.
Menurut dia, hal ini memperkuat narasi bahwa performa pasar yang dikaitkan dengan Bitcoin mampu mengungguli dinamika saham teknologi kelas berat.
Klaim Saylor muncul di tengah kondisi pasar saham teknologi yang mulai kehilangan momentum. Apple dan Microsoft dilaporkan menghadapi tekanan regulasi. Amazon mengalami penurunan permintaan konsumen.
Tesla harus bersaing dengan semakin banyak produsen kendaraan listrik. Bahkan Nvidia yang selama ini diuntungkan oleh permintaan chip AI, mulai kehilangan momentumnya dibanding performa awal tahun.
“Strategi Anda apa untuk mengalahkan Magnificent 7?” tanya Saylor, menyiratkan bahwa jawaban mungkin saja ada di Bitcoin.
Tak hanya MicroStrategy, setidaknya 12 perusahaan lain juga menambah portofolio Bitcoinnya minggu lalu. Termasuk Gemini yang membeli 1.191 BTC dan Bitdeer sebanyak 333,5 BTC. Beberapa perusahaan dari berbagai negara seperti Metaplanet asal Jepang, Cango dari Tiongkok, serta Volcon dari Amerika Serikat juga ikut menambah kepemilikan.
Berdasarkan data dari BitcoinTreasuries.NET, total Bitcoin yang dikuasai 100 perusahaan publik terbesar kini mencapai 1.009.202 BTC. Dengan harga pasar saat ini, nilainya lebih dari USD 117 miliar atau sekitar Rp 1.923 triliun.
Menariknya, diskusi soal peran Bitcoin sebagai aset strategis tidak hanya mencuat di dunia korporasi. Sebelumnya, Kepala Riset dari sebuah lembaga analisis pasar mengklaim bahwa pemerintah Amerika Serikat kemungkinan akan meluncurkan Strategic Bitcoin Reserve (SBR) sebelum akhir tahun.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
