Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 16.08 WIB

Pasar Kripto Merah, Tapi Bitcoin Justru Siap Melompat Lagi? Cek Analisisnya!

Ilustrasi Red September yang identik dengan turunnya harga Bitcoin maupun kripto secara umum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Red September yang identik dengan turunnya harga Bitcoin maupun kripto secara umum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Harga Bitcoin kembali berada di ujung tanduk saat memasuki awal September. Hingga Senin (1/9), BTC diperdagangkan di kisaran USD 108.413 atau sekitar Rp 1,767 miliar, turun tajam dari puncak bulanannya di pertengahan Agustus yang sempat menyentuh USD 124.517 (Rp 2,028 miliar).

Tekanan jual masih dominan dengan volume perdagangan harian mencapai USD 22,57 miliar dan kapitalisasi pasar sebesar USD 2,15 triliun atau sekitar Rp 35.045 triliun.

Secara teknikal, grafik harian menunjukkan pola lower-high dan lower-low yang mengukuhkan tren bearish sepanjang Agustus. Titik terendah sementara berada di USD 107.389 atau Rp 1,745 miliar, dengan support kuat di level psikologis USD 107.000 (Rp 1,740 miliar). Jika harga ditutup harian di bawah level ini, para analis memperkirakan koreksi bisa berlanjut lebih dalam.

Sementara itu, resistance jangka pendek ada di kisaran USD 112.000 hingga USD 114.000 (Rp 1,816 miliar hingga Rp 1,854 miliar). Hanya penutupan harian di atas level itu yang dinilai cukup kuat untuk mengubah sentimen pasar dari bearish ke netral atau bahkan bullish.

Dalam time frame 4 jam, Bitcoin terlihat mengalami konsolidasi ketat antara USD 107.000 dan USD 109.000, setelah sebelumnya breakdown dari level USD 113.473. Tekanan seller sangat terlihat saat volume merah melonjak drastis pada Kamis (29/8) lalu, mengonfirmasi dominasi pasar oleh penjual.

Beberapa formasi candle seperti doji dan badan kecil mencerminkan ketidakpastian arah pasar. Namun konteks grafik tetap condong ke bawah, karena harga belum mampu menembus kembali level USD 109.000. Pola descending triangle yang terbentuk menjadi indikasi bearish lanjutan, dan bisa memicu penurunan berikutnya bila harga menembus ke bawah.

Trader jangka pendek disarankan masuk posisi short di sekitar USD 109.000 (Rp 1,777 miliar) dengan stop-loss di atas USD 110.000. Sementara posisi long hanya layak dipertimbangkan jika terjadi pantulan kuat dari level USD 107.000 dengan manajemen risiko yang ketat.

Grafik 1 Jam dan Volume Tak Seimbang

Time frame 1 jam mempertegas bahwa setiap kali harga mencoba bangkit, tekanan jual langsung datang menyapu. Volume naik cenderung kecil, sementara volume turun sangat tinggi. Ini adalah pola distribusi klasik yang biasa muncul sebelum pasar kembali turun.

Harga sempat mencoba rebound tipis dari USD 107.389 namun gagal menembus USD 109.500. Ini memperkuat potensi koreksi lanjutan jika support gagal bertahan. Pasar saat ini berada dalam fase akumulasi seller, bukan buyer.

Sebagian besar osilator saat ini menunjukkan sinyal campuran. RSI berada di level 38, yang berarti momentum cenderung lemah. Stochastic oscillator tercatat di level 10, mengindikasikan kondisi oversold, namun belum cukup kuat untuk pembalikan tren.

Beberapa indikator seperti CCI (-118) dan Momentum (-4.032) mulai menunjukkan sinyal bullish akibat kondisi jenuh jual. Namun MACD masih di -1.916, memberi sinyal kuat bahwa tekanan turun masih dominan. Kesimpulannya: pasar cenderung tetap bearish, namun ada potensi relief rally terbatas jika tekanan jual mulai mereda.

Moving Average: Bearish Penuh di Jangka Pendek

Seluruh moving average jangka pendek hingga menengah (EMA dan SMA 10–100) masih berada jauh di atas harga saat ini. Ini memperkuat sinyal negatif. Hanya pada MA jangka panjang seperti EMA 200 (USD 104.072 atau Rp 1,694 miliar) dan SMA 200 (USD 101.265 atau Rp 1,650 miliar) yang memberi sedikit harapan bahwa Bitcoin masih bertahan di atas garis tren historisnya.

Jika harga menembus USD 107.000, itu bisa mengakhiri optimisme jangka panjang dan mempercepat koreksi. Namun jika bertahan, bisa jadi inilah titik pantulan yang cukup kuat untuk memicu teknikal rebound meskipun bersifat sementara.

Skenario Bullish:
Jika Bitcoin mampu bertahan di atas Rp 1,740 miliar dan menutup harian di atas Rp 1,854 miliar, pasar bisa mulai memulihkan diri. Beberapa indikator jenuh jual bisa jadi pemicu relief rally menuju Rp 1,9 miliar atau lebih.

Skenario Bearish:
Namun jika BTC gagal bertahan di atas Rp 1,740 miliar, maka tekanan jual bisa makin tak terbendung. Target berikutnya bisa menuju Rp 1,694 miliar (EMA 200) atau bahkan Rp 1,650 miliar (SMA 200), yang menjadi support jangka panjang.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore