
Ilustrasi Red September yang identik dengan turunnya harga Bitcoin maupun kripto secara umum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga Bitcoin kembali berada di ujung tanduk saat memasuki awal September. Hingga Senin (1/9), BTC diperdagangkan di kisaran USD 108.413 atau sekitar Rp 1,767 miliar, turun tajam dari puncak bulanannya di pertengahan Agustus yang sempat menyentuh USD 124.517 (Rp 2,028 miliar).
Tekanan jual masih dominan dengan volume perdagangan harian mencapai USD 22,57 miliar dan kapitalisasi pasar sebesar USD 2,15 triliun atau sekitar Rp 35.045 triliun.
Secara teknikal, grafik harian menunjukkan pola lower-high dan lower-low yang mengukuhkan tren bearish sepanjang Agustus. Titik terendah sementara berada di USD 107.389 atau Rp 1,745 miliar, dengan support kuat di level psikologis USD 107.000 (Rp 1,740 miliar). Jika harga ditutup harian di bawah level ini, para analis memperkirakan koreksi bisa berlanjut lebih dalam.
Sementara itu, resistance jangka pendek ada di kisaran USD 112.000 hingga USD 114.000 (Rp 1,816 miliar hingga Rp 1,854 miliar). Hanya penutupan harian di atas level itu yang dinilai cukup kuat untuk mengubah sentimen pasar dari bearish ke netral atau bahkan bullish.
Dalam time frame 4 jam, Bitcoin terlihat mengalami konsolidasi ketat antara USD 107.000 dan USD 109.000, setelah sebelumnya breakdown dari level USD 113.473. Tekanan seller sangat terlihat saat volume merah melonjak drastis pada Kamis (29/8) lalu, mengonfirmasi dominasi pasar oleh penjual.
Beberapa formasi candle seperti doji dan badan kecil mencerminkan ketidakpastian arah pasar. Namun konteks grafik tetap condong ke bawah, karena harga belum mampu menembus kembali level USD 109.000. Pola descending triangle yang terbentuk menjadi indikasi bearish lanjutan, dan bisa memicu penurunan berikutnya bila harga menembus ke bawah.
Trader jangka pendek disarankan masuk posisi short di sekitar USD 109.000 (Rp 1,777 miliar) dengan stop-loss di atas USD 110.000. Sementara posisi long hanya layak dipertimbangkan jika terjadi pantulan kuat dari level USD 107.000 dengan manajemen risiko yang ketat.
Time frame 1 jam mempertegas bahwa setiap kali harga mencoba bangkit, tekanan jual langsung datang menyapu. Volume naik cenderung kecil, sementara volume turun sangat tinggi. Ini adalah pola distribusi klasik yang biasa muncul sebelum pasar kembali turun.
Harga sempat mencoba rebound tipis dari USD 107.389 namun gagal menembus USD 109.500. Ini memperkuat potensi koreksi lanjutan jika support gagal bertahan. Pasar saat ini berada dalam fase akumulasi seller, bukan buyer.
Sebagian besar osilator saat ini menunjukkan sinyal campuran. RSI berada di level 38, yang berarti momentum cenderung lemah. Stochastic oscillator tercatat di level 10, mengindikasikan kondisi oversold, namun belum cukup kuat untuk pembalikan tren.
Beberapa indikator seperti CCI (-118) dan Momentum (-4.032) mulai menunjukkan sinyal bullish akibat kondisi jenuh jual. Namun MACD masih di -1.916, memberi sinyal kuat bahwa tekanan turun masih dominan. Kesimpulannya: pasar cenderung tetap bearish, namun ada potensi relief rally terbatas jika tekanan jual mulai mereda.
Seluruh moving average jangka pendek hingga menengah (EMA dan SMA 10–100) masih berada jauh di atas harga saat ini. Ini memperkuat sinyal negatif. Hanya pada MA jangka panjang seperti EMA 200 (USD 104.072 atau Rp 1,694 miliar) dan SMA 200 (USD 101.265 atau Rp 1,650 miliar) yang memberi sedikit harapan bahwa Bitcoin masih bertahan di atas garis tren historisnya.
Jika harga menembus USD 107.000, itu bisa mengakhiri optimisme jangka panjang dan mempercepat koreksi. Namun jika bertahan, bisa jadi inilah titik pantulan yang cukup kuat untuk memicu teknikal rebound meskipun bersifat sementara.
Skenario Bullish:
Jika Bitcoin mampu bertahan di atas Rp 1,740 miliar dan menutup harian di atas Rp 1,854 miliar, pasar bisa mulai memulihkan diri. Beberapa indikator jenuh jual bisa jadi pemicu relief rally menuju Rp 1,9 miliar atau lebih.
Skenario Bearish:
Namun jika BTC gagal bertahan di atas Rp 1,740 miliar, maka tekanan jual bisa makin tak terbendung. Target berikutnya bisa menuju Rp 1,694 miliar (EMA 200) atau bahkan Rp 1,650 miliar (SMA 200), yang menjadi support jangka panjang.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
