Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 16.38 WIB

XRP dan Solana Bangkit Usai Koreksi, Sinyal Altseason Kembali Muncul?

Ilustrasi XRP. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi XRP. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Setelah sempat tergelincir selama dua hari terakhir, pasar kripto kembali menguat pada Rabu (27/8). Pemulihan ini dipimpin oleh XRP, yang mencatat lonjakan harga 6 persen dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini menempatkan XRP sebagai salah satu altcoin dengan performa terbaik, mengungguli Ethereum, Solana, bahkan Bitcoin yang hanya naik tipis 1 persen.

Kabar menarik lainnya datang dari Chicago Mercantile Exchange (CME), yang mencatat bahwa open interest untuk seluruh kontrak futures kripto kini menembus USD 30 miliar atau setara dengan Rp 489 triliun. XRP bahkan mencatat rekor sebagai kontrak tercepat yang menembus angka USD 1 miliar dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Tak hanya dari sisi harga, minat institusional terhadap XRP juga menunjukkan peningkatan. Analis ETF ternama, Nate Geraci, menyebut bahwa potensi minat terhadap ETF XRP mungkin masih sangat diremehkan. “Banyak orang meremehkan potensi permintaan ETF spot XRP,” tulisnya di X, dikutip dari CoinDesk, Rabu (27/8).

Ethereum juga menunjukkan penguatan signifikan. Koin yang selama beberapa pekan terakhir menjadi sorotan ini naik 5 persen dan bertengger di kisaran USD 4.586 atau sekitar Rp 74,8 juta. Ethereum tampaknya mulai pulih setelah sempat terseret koreksi pasar dan kini berada dalam posisi konsolidasi di atas zona support penting USD 4.400 (Rp 71,7 juta).

Sementara itu, data dari Arkham Intelligence mengungkap adanya aktivitas paus kripto yang cukup mengejutkan. Seorang investor besar membeli Ethereum senilai USD 2,5 miliar (Rp 40,7 triliun) hanya dalam hitungan jam, dan langsung melakukan staking seluruh aset tersebut melalui satu kontrak tunggal. Langkah ini memperkuat keyakinan bahwa Ethereum masih dianggap sebagai aset utama untuk jangka panjang, terutama oleh institusi.

Namun, XRP kembali jadi bahan perdebatan di kalangan analis. Beberapa pengamat, seperti Pumpius, menyebut bahwa XRP punya potensi besar melebihi sekadar alat pembayaran. Dalam unggahannya di X, ia menyebut bahwa XRP dapat menjadi pondasi sistem identitas digital berbasis biometrik dan DNA, yang akan menjadi standar baru dalam sistem keuangan digital global.

Pumpius menilai bahwa XRP Ledger sudah memiliki protokol dan infrastruktur yang memadai untuk mengakomodasi inovasi ini, termasuk proyek DNA Protocol yang sudah aktif dikembangkan di jaringan XRP. Jika prediksi ini terbukti, Pumpius yakin XRP dapat menjadi lapisan settlement universal dengan nilai pasar triliunan dolar, bahkan bisa menembus harga USD 10.000 (Rp 163 juta) per koin.

Namun, analis lain seperti Jaydee justru bersikap lebih realistis. Ia memperingatkan investor untuk tidak terjebak narasi harga XRP yang terlalu fantastis. “Harga USD 10.000 itu ilusi. Bahkan USD 1.000 pun tidak realistis,” tegasnya. Ia juga mengkritik influencer kripto yang menjual mimpi ke investor ritel tanpa dasar yang kuat.

Di tengah optimisme yang sedang tinggi, sebagian analis juga mengingatkan potensi koreksi dalam waktu dekat. Data dari Santiment menunjukkan bahwa sentimen pasar mulai terlalu panas, terutama menjelang rilis data inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) pada Jumat mendatang. Data ini bisa menjadi indikator penting arah kebijakan suku bunga The Fed.

Sejarah juga tidak berpihak pada pasar kripto di bulan September. Selama sembilan tahun terakhir, Bitcoin rata-rata mencatat penurunan 4,5 persen pada bulan tersebut. Jika pola ini terulang, maka kekuatan reli saat ini bisa saja diuji kembali.

Meski begitu, saat ini XRP menunjukkan ketahanan yang kuat. Harga berada di kisaran USD 2,92 atau sekitar Rp 47.600, meski sempat terkoreksi dalam sehari terakhir. Jika konsolidasi ini bertahan di atas level support penting, XRP dan altcoin lain berpeluang melanjutkan reli hingga memasuki bulan Oktober yang sering disebut sebagai “Uptober,” periode yang secara historis identik dengan kenaikan harga kripto.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore